715 Ruang Kelas Tak Punya Meubelair

715 Ruang Kelas Tak Punya Meubelair

715 Ruang Kelas Tak Punya Meubelair

715 Ruang Kelas Tak Punya Meubelair
715 Ruang Kelas Tak Punya Meubelair

Sebanyak 715 ruang kelas SD Negeri dan SMP Negeri di Kabupaten Bekasi tidak memiliki meja dan kursi. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Heri Herlangga.

Heri mengakui, fasilitas pendidikan untuk bangunan dan pengadaan meubelair merupakan masalah pokok yang harus diselesaikan.

Tahun ini pihaknya mengalokasikan anggaran sebesar Rp30 miliar untuk melakukan

pengadaan meubelair di 600 ruang kelas yang ada di Kabupaten Bekasi. Untuk 115 ruang kelas lainnya, masalah meubelair akan dilakukan pengadaan tahun 2020.

”Untuk Sekolah Dasar Negeri sekitar 400 ruang kelas yang akan disediakan meubelair dari 500 ruang kelas yang terdata. Sedangkan untuk SMP Negeri sekitar 200 ruang kelas yang akan diisi dari 315 ruang kelas yang perlu diisi mebeler,” kata Heri kepada Radar Bekasi, Rabu (18/9).

Dia menyatakan, kekosongan meubelair yang dilakukan sampai dengan tahun 2020 tidak serta merta menyelesaikan persoalan siswa belajar di lantai. Sebab, pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan perbikan ruang kelas yang rusak yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kerap tidak dibarengi dengan pengadaan meubelair. Padahal, anggaran pengadaan meubelair dialokasikan di dinas tersebut.

”Realisasinya banyak yang tidak terserap. Oleh sebab itu, tidak menutup

kemungkinan nantinya masih ada ruang kelas tanpa meubelair,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bekasi, Kamal Mustofa, menuturkan, kondisi sejumlah SD di Kabupaten Bekasi memprihatikan. Khususnya, untuk sekolah yang tidak memiliki meubelair sehingga siswa terpaksa belajar di lantai.

Dia berharap agar sektor pendidikan menjadi prioritas Pemkab Bekasi. ”Kalau saya

melihatnya belum ada keseriusan pemerintah daerah bagaimana dapat menyelesaikan masalah pendidikan, dan jadi jangan aneh kalau penganguran di Kabupaten Bekasi begitu tinggi selama kualitas pendidikan kurang terperhatikan,” jelasnya.

 

Sumber :

https://www.caramudahbelajarbahasainggris.net/