Bahas Ekonomi Digital di Simposium PPI Amerika-Eropa

Jonan Dialog dengan Diaspora Indonesia di Jepang

Bahas Ekonomi Digital di Simposium PPI Amerika-Eropa

Jonan Dialog dengan Diaspora Indonesia di Jepang
Jonan Dialog dengan Diaspora Indonesia di Jepang

Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Amerika-Eropa (amerop) menggelar pembukaan simposium tahunan pada Jumat (19/5) bertempat di KBRI Washington DC, Amerika Serikat.

Berlatar belakang regulasi dan perkembangan dunia ekonomi digital Indonesia yang belum settle, tema yang diangkat kali ini adalah Strength of a Nation – Economy Digital as a Competitive Advantage for Indonesia.

Acara yang berlangsung sampai Minggu (21/5) itu dibuka oleh Atase pendidikan dan

kebudayaan KBRI Washington DC Ismunandar, dan dihadiri oleh Koordinator PPI Dunia Intan Irani, koordinator PPI Amerop 2016-2017 Kreeshna Siagian, Sekretaris Jendral Permias Nasional Nadi Guna Khairi, dan ketua panitia symposium PPI Amerop Andre Yahya.

Dalam sambutannya, Koordinator PPI Dunia Intan Irani mengatakan dirinya merasa bangga akhirnya bisa datang ke salah satu simposium kawasan di PPI Dunia. ’’Saya yakin bahwa kita bisa menjadi generasi masa depan yang membawa perubahan positif dan kreatifitas efektif demi Indonesia yang lebih baik,’’ papar Intan.

Rentetan kegiatan simposium kawasan telah dimulai sejak Maret lalu yang dimulai

di Taiwan untuk Simposium kawasan Asia dan Oseania, lalu di Madinah untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika, dan kini Washington DC untuk kawasan Amerika Eropa.

Satu lagi yang menjadi puncak dari kepengurusan Intan nanti adalah Simposium Internasional PPI Dunia yang akan digelar di University of Warwick, UK Juli ini. PPI Amerop sendiri, terdiri atas sekitar 16 ribu anggota pelajar yang tersebar 25 negara. Namun untuk simposium kali ini dihadiri oleh 26 anggota dari 15 perwakilan PPI Negara.

Koordinator PPI Amerop 2016-2017 Kreeshna Siagian juga merasa sangat optimis

dengan masa depan Indonesia di tangan para pemuda yang sekarang. ’’Kalau Soekarno bilang beri aku 10 pemuda untuk mengguncang dunia, di sini sudah lebih dari 10 pemuda, maka kita benar-benar bisa mengubah dunia,’’ papar pria yang juga Ketua PPI Belgia tersebut.

 

Baca Juga :