Bersiap Berlayar dengan Kapal Bertenaga Hidrogen

Bersiap Berlayar dengan Kapal Bertenaga Hidrogen

Bersiap Berlayar dengan Kapal Bertenaga Hidrogen

Bersiap Berlayar dengan Kapal Bertenaga Hidrogen
Bersiap Berlayar dengan Kapal Bertenaga Hidrogen

SETELAH Solar Impulse 2 sukses melakukan perjalanan keliling dunia dengan tenaga surya pada Juni 2016 lalu, para ilmuwan semakin tertarik untuk mengembangkan moda transportasi tanpa bahan bakar fosil.

Ambisi mereka itu terwujud dengan inovasi yang diluncurkan pada pertengahan bulan ini.

Diperkenalkan pada 14 April lalu di Saint Malo, Prancis, inovasi itu ialah kapal pertama dengan bahan bakar tanpa fosil.

Nantinya kapal bernama Energy Observer tersebut bakal digerakkan dengan tenaga hidrogen dan energi terbarukan seperti cahaya matahari dan udara.

Proyek pembuatan Energy Observer dikerjakan tim yang dipimpin Kapten Victorien Erussard dan pemimpin ekspedisi Jerome Delafosse.

Mereka menghabiskan biaya sekitar 4,2 juta euro (US$4,72 juta) untuk membuat Energy Observer.

Bentuk kapal berupa kapal layar dengan dua lambung yang akan dilengkapi panel

surya berukuran 130 meter persegi, dua turbin angin, layang-layang traksi, dan dua motor listrik reversibel.

Untuk urusan teknologi energi terbarukan, tim pembuat kapal bekerja sama dengan lembaga penelitian Prancis CEA-Liten.

“Hidrogen merupakan cara terbaik dalam hal ini karena sangat ringan dan tiga kali lebih efisien jika dibandingkan dengan bahan bakar biasa,” ujar Delafosse.

Energy Observer juga bekerja sama dengan perusahaan Prancis yang bergerak di

bidang kimia Air Liquide untuk teknologi pemanfaatan hidrogen.

Selama melakukan perjalanan nantinya, hidrogen yang dihasilkan melalui elektrolisis laut akan dikompresi dan disimpan.

Nantinya akan diubah menjadi listrik melalui sel bahan bakar.

“Jika tidak ada matahari atau angin, atau jika saat malam hari, hidrogen yang

dihasilkan elektrolisis didukung panel surya dan turbin angin akan mengambil alih perjalanan kapal,” sebut Erussard.

Dengan adanya teknologi hibrida ini, perjalanan kapal tidak akan menggunakan bahan bakar fosil beremisi karbon seperti yang ada pada hampir seluruh kapal saat ini.

 

sumber :

https://rajasatour.id/wenjia-apk/