Bikin Aplikasi Pendidikan, Guru di India Mendadak Jadi Miliarder

Bikin Aplikasi Pendidikan, Guru di India Mendadak Jadi Miliarder

Byju Raveendran, seorang guru di India menyabet gelar miliader setelah software pendidikan yang ia bikin meraup USD 150 juta atau Rp 2,1 triliun (USD 1 = Rp 14.240).

Hal tersebut menjadikan bisnis Raveendran mempunyai valuasi USD 5,7 miliar atau Rp 81,1 triliun, dan menjadikan kekayaan pribadinya meningkat sampai USD 1 miliar.

Dikutip dari CNBC, software yang dibuatnya didukung oleh perusahaan teknologi edukasi termasuk di dalamnya Qatar Investment Authority, Tencent dan Mark Zuckerberg.

Berkat pencapaian yang diraihnya, ia menjadi orang terkaya sangat muda pada usia 37 tahun di India.

Raveendran tumbuh di Desa Azhikode, India Selatan, adalahanak dari seorang guru matematika dan fisika. Sebelumnya, miliarder ini pernah bekerja sebagai insinyur.

Namun kegiatan yang dijalankan saat tersebut membuatnya sadar bahwa keahliannya ialah mengajar dan menolong teman-temannya dalam mengekor ujian masuk perguruan tinggi.

Pada tahun 2011 bareng dengan pendiri lainnya, Raveendran mendirikan software belajar mempunyai nama ‘The Learning App’. Sejak munculnya software tersebut, sang miliarder sukses meraih 35 juta pemakai, di mana 2,5 juta pemakai berlangganan dan menunaikan setiap tahun sebesar USD 145 (Rp 2 juta) sampai USD 290 (Rp 4,1 juta).

Raveendar mengatakan hendak menjadikan pendidikannya laksana Disney untuk menolong anak-anak dalam belajar dengan karakter- karakter Disney yang menghibur.

“Anak-anak kerap bersangkutan dengan Disney Simba atau Moana di mana saja. Maka sebelum tersebut kita membawa anak-anak ke dalam lingkaran pembelajaran,” ungkap CEO Raveendran untuk Bloomberg.

Terlilit Utang, Miliarder Ini Tewas Bunuh Diri

Banyak yang berpikir bahwa menjadi miliarder mengasyikkan dan bergelimang harta. Namun siapa sangka, dibalik perjuangan seseorang menjadi miliarder, tentu ada sekian banyak masalah yang menggerogoti hidupnya.

Seperti cerita miliarder satu ini. VG Siddharta, pendiri kedai kopi Cafe Coffee Day (CCD) ditemukan tewas setelah ditetapkan hilang dalam sejumlah hari.

Dilansir dari The Wire, empunya kedai kopi yang adalahsaingan Starbucks di India ini diberitakan meninggalkan sepucuk surat yang isinya luapan perasaannya yang tidak tahan sebab tekanan dari bank, investor, dan otoritas pajak, berhubungan utang di bisnisnya.

Siddharta sendiri diketahui mempunyai keluarga yang telah berladang kopi sekitar 140 tahun. Dirinya lantas terinspirasi dari kedai kopi Jerman, Tchibo, Siddharta akhirnya menegakkan kedai kopinya sendiri di India.

Saat ini, Cafe Coffee Day menjadi kedai kopi terbesar di India dengan 1.750 kafe di lebih dari 200 kota.

Namun sejumlah tahun terakhir, Siddharta diadukan mempunyai pembengkakan utang sampai akhirnya perusahaan kopinya merasakan kerugian terus-menerus. Sumber : pelajaran.co.id