CATATAN TENTANG TANGGUNG JAWAB NOTARIS

CATATAN TENTANG TANGGUNG JAWAB NOTARIS

CATATAN TENTANG TANGGUNG JAWAB NOTARIS

CATATAN TENTANG TANGGUNG JAWAB NOTARIS

Negara Republik Indonesia sebagai Negara hukum berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjamin kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum yang berintikan kebenaran dan keadilan. Untuk menjamin hal tersebut dibutuhkan alat bukti tertulis yang bersifat otentik mengenai keadaan, peristiwa atau perbuatan hukum yang diselelenggarakan melalui jabatan notaris.

Notaris merupakan jabatan tertentu yang menjalankan profesi dalam pelayanan hukum kepada masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan dan jaminan demi tercapainya kepastian hukum, jasa notaris dalam proses pembangunan makin meningkat sebagai salah satu kebutuhan hukum masyarakat. Berdasarkan hal tersebut maka pemerintah telah membuat undang-undang untuk mengatur mengenai jabatan notaris dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 dan telah disempurnakan dengan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris. Di dalam Undang-undang tersebut juga telah diatur tentang tanggung jawab jabatan notaris yakni diantaranya:

  1. Dalam pasal 16 Undang-undang No 2 Tahun 2014 diatur beberapa Tanggung jawab notaris yakni diantaranya:

(1)       Bertindak amanah, jujur, saksama, mandiri, tidak berpihak, dan menjaga kepentingan pihak yang terkait dalam perbuatan hukum

(2)       Membuat Akta dalam bentuk Minuta Akta dan menyimpannya sebagai bagian dari Protokol Notaris

(3)       Melekatkan surat dan dokumen serta sidik jari penghadap pada Minuta Akta

(4)       mengeluarkan Grosse Akta, Salinan Akta, atau Kutipan Akta berdasarkan Minuta Akta

(5)       Memberikan pelayanan sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang ini, kecuali ada alasan untuk menolaknya

(6)       Merahasiakan segala sesuatu mengenai Akta yang dibuatnya dan segala keterangan yang diperoleh guna pembuatan Akta sesuai dengan sumpah/janji jabatan, kecuali undang-undang menentukan lain

(7)       Menjilid Akta yang dibuatnya dalam 1 (satu) bulan menjadi buku yang memuat tidak lebih dari50 (lima puluh) Akta, dan jika jumlah Akta tidak dapat dimuat dalam satu buku, Akta tersebut dapat dijilid menjadi lebih dari satu buku, dan mencatat jumlah Minuta Akta, bulan, dan tahun pembuatannya pada sampul setiap buku

(8)        Membuat daftar dari Akta protes terhadap tidak dibayar atau tidak diterimanya surat berharga

(9)       Membuat daftar Akta yang berkenaan dengan wasiat menurut urutan waktu pembuatan Akta setiap bulan

(10)   Mengirimkan daftar Akta sebagaimana dimaksud dalam huruf i atau daftar nihil yang berkenaan dengan wasiat ke pusat daftar wasiat pada kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dalam waktu 5 (lima) hari pada minggu pertama setiap bulan berikutnya

(11)   Mencatat dalam repertorium tanggal pengiriman daftar wasiat pada setiap akhir bulan

(12)   mempunyai cap atau stempel yang memuat lambang negara Republik Indonesia dan pada ruang yang melingkarinya dituliskan nama, jabatan, dan tempat kedudukan yang bersangkutan

(13)   Membacakan Akta di hadapan penghadap dengan dihadiri oleh paling sedikit 2 (dua) orang saksi, atau 4 (empat) orang saksi khusus untuk pembuatan Akta wasiat di bawah tangan, dan ditandatangani pada saat itu juga oleh penghadap, saksi, dan Notaris

(14)    Menerima magang calon Notaris

baca juga :