DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Melonjak 300 Persen

DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Melonjak 300 Persen

DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Melonjak 300 Persen

DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Melonjak 300 Persen
DBD Mewabah, Permintaan Trombosit Melonjak 300 Persen

Permintaan trombosit di unit donor darah (UDD) PMI Kabupaten Gresik, melonjak

300 persen dari 300 kantong menjadi 1050 kantong selama bulan Januari 2019.

“Melonjak permintaan trombosit disebabkan maraknya penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang melanda di wilayah Gresik,” ujar Kepala UDD PMI Gresik, dr Jufrita Endriana, Rabu (30/01/2019).

Menurut Jufrita, lonjakan permintaan trombosit terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Sebagai imbas meningkatnya wabah DBD akhir-akhir ini.

Ia menambahkan, pada hari normal. UDD PMI Gresik hanya melayani sebanyak 300

kantong trombosit selama sebulan. Namun, saat ini meningkat tajam. “Masyarakat tidak perlu kuatir karena UDD PMI Gresik memiliki persediaan trombosit yang memadai,” ujarnya.
Baca Juga:

Wabah DB di Sidoarjo Bikin NasDem Prihatin
KLB di Ponorogo, Pasien DBD Cuma Dijatah Rp 1,85 Juta
Penderita DBD Membludak, RSUD Ibnu Sina Tambah Ekstra Bed
Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Selama ini, UDD PMI Kabupaten Gresik. Rata-rata menerima pasokan darah

sebanyak 100 kantong per harinya, atau sekitar 3.000 kantong darah per bulannya. Namun, khusus trombosit tidak menyediakan terlalu banyak. Pasalnya, trombosit hanya bisa bertahan selama 5 hari. Jika lebih dari itu, trombosit akan kadaluarsa sehingga, harus dibuang.

Seperti diberitakan, wabah penyakit DBD telah meluas di 10 wilayah kecamatan di Kabupaten Gresik. Dari jumlah itu, wilayah Kecamatan Cerme dan Kebomas masuk sebagai wilayah endemis. Imbasnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik selama Januari 2019 ada 52 warga yang positif terserang DBD

 

Baca Juga :