Distan Pemkab Solok Belajar ke Tiga KWT di Kota Bogor

Distan Pemkab Solok Belajar ke Tiga KWT di Kota Bogor

Distan Pemkab Solok Belajar ke Tiga KWT di Kota Bogor

 

Distan Pemkab Solok Belajar ke Tiga KWT di Kota Bogor

Tiga Kelompok Wanita Tani

Tiga Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Bogor dikunjungi Dinas Pertanian (Distan) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Provinsi Sumatera Barat, Kamis (13/12/2018).

Rombongan yang berjumlah 9 orang dan dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Distan Pemkab Solok Sri Animah. Sebelum meninjau KWT rombongan diterima Kepala Distan Kota Bogor, Irwan Riyanto di kantor Distan Kota Bogor yang berlokasi di jalan raya Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan.

Kabud Penyuluhan Distan Pemkab Solok

Sri Animah mengungkapkan, kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi banding. “Dalam kunjungan ini kami membawa Sarjana Pengusaha Penggerak Pertanian Swadaya (SP3S) untuk berbagi pengalaman dan melihat langsung KWT yang sudah sukses di Kota Bogor,” ungkap Sri.

Dia menyebutkan

di Kabupaten Solok sudah ada yang seperti ini tetapi tidak sukses. Oleh karenanya melalui kunjungan ini diharapkan bisa berbagi pengalaman agar bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Solok.

“Dari kunjungan hari ini ke beberapa lokasi kami melihat antusias masyarakat sangat bagus dan memiliki komitmen. Untuk bertani itu memang harus mempunyai komitmen yang kuat. Disini semuanya sudah bagus dan mudah-mudahan menjadi contoh bagi kami di Solok,” terang Sri.

Sementara itu

Penyuluh Pertanian Distan Kota Bogor, Imam Hanafi mengungkapkan, setelah diterima di Dinas Pertanian rombongan diantar ke beberapa lokasi. Lokasi pertama KWT Bina Tani di Kelurahan Muara Sari yang mengelola olahan buah Pala.

Dari KWT Bina Tani kunjungan dilanjutkan ke kampung Agro Edu Wisata Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan. Disini ada KTD Lemah Duhur dan KWT Ciharashas.

“Kami perkenalkan tentang mengelola kampung wisata dan pertanian organik,” jelas Imam.

Lokasi berikutnya lanjut Imam

STTP atau yang sekarang menjadi Polbangtan dan RPH Bubulak. Di Polbangtan rombongan diperkenalkan dengan program Mini Agro Park sedangkan di RPH tentang pengembangan Maggot.

“Dan terakhir rombongan kami antar ke KWT Kentagor yang konsen ke pengembangan urban farming,” kata Imam.

 

Artikel Terkait: