E-Gamelan Bawa Udinus Unjuk Gigi di Kancah Internasional

E-Gamelan Bawa Udinus Unjuk Gigi di Kancah Internasional

E-Gamelan Bawa Udinus Unjuk Gigi di Kancah Internasional

E-Gamelan Bawa Udinus Unjuk Gigi di Kancah Internasional
E-Gamelan Bawa Udinus Unjuk Gigi di Kancah Internasional

Sejarah peradaban Islam Indonesia hadir dalam rentang waktu yang cukup lama dan telah mewarnai dunia Islam di Nusantara. Hal itu telah melahirkan karakter Islam Wasatiyah, dimana nilai Islam berpadu dengan nilai budaya yang plural dan toleran.

Upaya untuk kembali meneguhkan peradaban Islam di Indonesia ini, dilakukan Pemerintah melalui pembangunan kampus Islam bertaraf internasional di Depok, Jawa Barat.

Namanya Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Peletakan batu pertama pembangunan UIII langsung dilakukan Presiden Joko Widodo, kemarin (5/6).

Jokowi berharap kampus ini menjadi pusat kajian atau penelitian peradaban Islam tingkat dunia yang ada di Indoneisa. Terlebih Indonesia dikenal sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.

“Kita berharap Universitas Islam Internasional Indonesia, benar-benar menjadi pusat kajian, pusat penelitian peradaban Islam di negara kita, Indonesia,” ujar Jokowi sebagaimana dilansir RMOLJabar (Jawa Pos Grup), Rabu (6/6).

“Sudah sewajarnya, sudah sepantasnya Indonesia menjadi rujukan bagi kemajuan peradaban Islam di dunia. Inilah (Kampus UIII) nanti tempatnya,” jelas Jokowi.

Senada Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin menjelaskan bahwa UIII dibangun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik di bidang pendidikan tinggi Islam. Melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus untuk meneguhkan kepemimpinan Indonesia di dunia Islam internasional.

Kampus yang hanya akan membuka tingkat pendidikan Magister dan Doktor ini berlandaskan pada tiga nilai dasar. Nilai keislaman, wawasan dan proyeksi global, serta nilai keindonesiaan.

“Berbeda dengan kampus-kampus Islam yang sudah ada, tugas dan fungsi UIII tidak hanya menjadi penyelenggara proses belajar mengajar, riset, dan pengabdian masyarakat. Namun, lebih menjadi upaya membangun peradaban Islam Indonesia dan berkontribusi untuk peradaban global melalui jalur pendidikan,” kata dia.

Nantinya, UIII tidak hanya akan memiliki fakultas dan perpustakaan. Akan ada juga

pusat peradaban Islam, pusat kajian strategis Islam, pusat studi kawasan Islam, serta museum seni dan budaya Islam yang akan menjadi pusat artefak dan manuscript Islam Nusantara.

Kampus UII akan dibangun di atas lahan 142,5 hektar. Dimana 30% lahan akan diisi bangunan dan 70% lainnya adalah lahan hijau untuk perlindungan flora dan fauna ramah lingkungan.

Kampus ini akan memiliki tujuh fakultas, yaitu Fakultas Kajian Islam, Fakultas Ilmu

Sosial, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi Islam, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Pendidikan, serta Fakultas Arsitektur dan Seni.

Tahun pertama UIII akan membuka tiga program studi, yaitu Islamic Studies, Political Science, dan Education.

Pembangunan Kampus UIII sudah dicanangkan Presiden Jokowi sejak dua tahun lalu melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2016 tentang Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia.

Komitmen ini diperkuat ini dengan status PTNBH yang akan langsung disematkan

pada UIII. Selain itu, proyek kampus ini menjadi satu-satunya pembangunan kampus yang masuk dalam program proyek strategis nasional di bidang pendidikan.

“Kami yakin keputusan Bapak Presiden untuk memprioritaskan pembangunan kampus ini akan menjadikan Indonesia di masa depan bukan saja menjadi salah satu tujuan wisatawan asing. Tapi juga menjadi negara tujuan studi mahasiswa internasional di bidang kajian Islam,” pungkas Menag.

 

Sumber :

https://rushor.com/materi-simantik-dan-etimologi/