Ekspor Jabar Bulan April Alami Penurunan

PLN Jamin Pasokan Listrik Saat Momen Pilkada 27 Juni

Ekspor Jabar Bulan April Alami Penurunan

PLN Jamin Pasokan Listrik Saat Momen Pilkada 27 Juni
PLN Jamin Pasokan Listrik Saat Momen Pilkada 27 Juni

BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan nilai ekspor Jawa Barat April 2018 mencapai USD 2,50 milyar, mengalami penurunan sebesar 3,00 persen dibanding Maret 2018 yang mencapai USD 2,58 milyar.

Disebutkan ekspor nonmigas April 2018 mencapai USD 2,49 milyar, turun 2,86 persen dibanding Maret 2018 yang mencapai USD 2,56 milyar. Sedangkan ekspor migas turun sebesar 20,38 persen dari USD 20,57 juta menjadi USD 16,38 juta.

“Secara year-on-year (rentang April 2017 terhadap April 2018), nilai ekspor nonmigas mencapai titik terendah pada Juni 2017 senilai USD 1,94 milyar, sedangkan ekspor tertinggi tercatat pada Agustus 2017 dengan nilai USD 2,77 milyar,” ujar Kepala BPS Dodi Herlando.

 Sementara itu, nilai ekspor migas terendah sebesar USD 11,10 juta terjadi pada Juni

2017 dan tertinggi senilai USD 25,43 juta terjadi pada bulan November 2017.

Dibanding bulan sebelumnya, nilai ekspor 10 golongan barang utama April 2018 mengalami penurunan sekitar 2,06 persen dengan total senilai USD 1,77 milyar dari sebelumnya USD 1,80 milyar. Hampir seluruh kelompok barang utama mengalami penurunan, kecuali Kelompok Kendaraan dan Bagiannya serta Alas Kaki, masing-masing naik sebesar 10,70 persen dan 2,59 persen.

BPS menyebutkan pangsa pasar terbesar ekspor nonmigas Jawa Barat pada April

2018 masih dikuasai Amerika Serikat, Jepang dan Thailand masing-masing senilai

USD 395,00 juta, USD 246,85 juta dan USD 194,80 juta dengan peranan ketiganya mencapai 33,65 persen.

Volume ekspor Jawa Barat April 2018 mencapai 0,68 juta Ton atau turun 0,76 persen

dibanding Maret 2018 yang mencapai 0,69 juta Ton. Penurunan akibat volume ekspor migas yang turun sebesar 25,83 persen, sedangkan volume ekspor non migas naik 1,23 persen. (Jo)

 

Baca Juga :