Gaji Guru P3K Jadi Beban Kemdikbud, Bukan Pemda

Gaji Guru P3K Jadi Beban Kemdikbud, Bukan Pemda

Gaji Guru P3K Jadi Beban Kemdikbud, Bukan Pemda

Gaji Guru P3K Jadi Beban Kemdikbud, Bukan Pemda
Gaji Guru P3K Jadi Beban Kemdikbud, Bukan Pemda

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memastikan bahwa pemerintah pusat akan menggaji para tenaga honorer yang diangkat menjadi pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sehingga, skema penggajian guru P3K tidak akan membebani pemerintah daerah (pemda).

“Nanti P3K itu gaji nasional ya. Skema itu yang diusulkan ke Kementrian PAN dan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN),” kata Muhadjir kepada SP, Selasa (25/9) pagi melalui pesan pendek.

Sebelumnya, Muhadjir mengatakan bahwa Kemdikbud telah mengusulkan kepada Kementerian PAN dan RB terkait upah yang harus diterima guru honorer ketika menjadi P3K dan Guru Tidak Tetap (GTT).

Untuk jumlahnya, upah guru P3K belum diketahui pasti besarannya. Sedangkan

untuk guru pengganti yang selama ini disebut honorer dan tidak lulus P3K yang masih diperlukan oleh daerah, Kemdikbud mengusulkan gaji mereka minimal setara dengan upah minimum regional (UMR) di masing-masing daerah itu.

Pernyataan Muhadjir itu sesuai dengan permintaan Ikatan Guru Indonesia (IGI), Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Muhammad Ramli Rahim, mengatakan, menilai, sumber penggajian atau pengupahan guru P3K harus dari APBN, bukan dibebankan ke daerah apalagi berharap dari pendapat asli daerah (PAD). Menurut Ramli, wacana membebankan gaji P3K guru ke daerah sama saja dengan melempar tanggung jawab kepada mereka yang tidak mampu.

“Hampir bisa dipastikan hal ini tidak akan berjalan karena keuangan daerah sangat

kecil. Tahun ini saja, tak satu pun daerah yang anggaran pendidikannya mencapai 20%. Bukan karena mereka tidak mau tapi memang tidak mampu,” kata Ramli kepada SP, Selasa (25/9) pagi.

Oleh karena itu, Ramli menambahkan, IGI akan selalu bersinergi dengan semua

organisasi guru yang berjuang bersama menghidupkan kembali mimpi tentang pendidikan yang lebih baik dengan guru yang jelas status, pendapatan dan kualitasnya.

 

Baca Juga :