Gaya Belajar Unik di Berbagai Negara

Gaya Belajar Unik di Berbagai Negara

Setiap sekolah memiliki teknik belajar yang berbeda. Seperti di Indonesia pada lazimnya sekolah dibuka pada pukul 06.45 – 15.00. Dan memang tersebut adalahwaktu yang lumayan Panjang. Belum pasti di negara beda memilki masa-masa belajar yang sama.

Tidak salah bila tidak sedikit sekolah pilihan yang menawarkan metode edukasi yang lebih ramah guna anak-anak. Karena sejatinya, Ki Hajar Dewantara menegakkan Taman Siswa supaya siswa bisa mengembangkan potensi dirinya tanpa paksaan. Nah, maka dari tersebut yuk anda lihat system Pendidikan di negara maju lainnya.

1. Finlandia

Finlandia termasuk di antara negara dengan sistem edukasi terbaik di dunia. Kebahagiaan ialah hal sangat utama dalam sistem edukasi di Finlandia, baik murid maupun gurunya. Tidak jarang di sekolah-sekolah mereka disediakan lokasi bermain. Sehingga masa-masa istirahat benar-benar dimanfaatkan. Karena mereka sangat menyimak kesejahteraan jasmani maupun batin semua guru maupun siswa.

2. Kanada

Pendidikan di Kanada sepenuhnya diserahkan pada kepandaian masing-masing wilayah. Sehingga tanggung jawab Pendidikan terdapat pada pemerintahan daerah. Dengan begitu system Pendidikan di satu wilayah akan bertolak belakang dengan wilayah lain.

3. Amerika

Kurikulum pembelajaran di Amerika dipilih oleh school district mengacu pada standar pembelajaran di negara unsur masing-masing. Jadi Siswa belajar tentang daerahnya sendiri dan apa yang mesti dilaksanakan untuk memajukan negara tersebut.

Amerika mempunyai hari belajar yang pendek, seringkali dalam seminggu melulu 3 hari, atau bahkan 2 hari. Mereka pun tidak kenal dengan “guru pengganti” ketika guru sedang absen. Mereka dilepaskan melakukan apa saja yang mereka suka di sekolah. Biasanya guru pengganti ada bila guru berencana absen dalam jangka masa-masa yang Panjang.

4. Jepang

Jepang pun salah satu negara yang tidak jarang berganti kurikulum, tak berbeda dengan Indonesia. Sejak dini mereka telah dididik guna disiplin, bertanggung jawab, berdikari dan bekerja keras sampai-sampai tertanam dalam jati diri mereka. Saat memasuki taman kanak-kanak, mereka tidak dipedulikan bereksplor cocok dengan minat mereka, sampai-sampai mereka belajar dalam suasana senang. Dengan loyalitas pengajar dan murid di Jepang paling menilai keberhasilan Pendidikan SDM mereka.

Sumber : studybahasainggris.com/