Guru Besar UI Kuliah Umum di UIN

Guru Besar UI Kuliah Umum di UIN

Guru Besar UI Kuliah Umum di UIN

Guru Besar UI Kuliah Umum di UIN
Guru Besar UI Kuliah Umum di UIN

Guru Besar Ilmu Perpustakaan dan Informasi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Dr. Sulistyo Basuki memberikan kuliah umum bagi mahasiswa bagi mahasiswa Prodi Diploma III Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (18/7/2019) di aula fakultas kampus setempat.

Kuliah umum yang mengungsung tema “Membangun Kolaborasi dan Konvergensi Perpustakaan, Kearsipan dan Museum” yang diselenggarakan oleh Prodi Diploma III Ilmu Perpustakaan itu dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen dan para alumni.

Dalam materinya, Sulistyo mengatakan bahwa profesi Pustakawan di Era Disrupsi 4.0 telah memberi perubahan di segala lini kehidupan manusia ditandai dengan hadirnya berbagai inovasi, teknologi termasuk perpustakaan.

Di era disrupsi, kata putra Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dalam bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi berlaku prinsip siapa yang tidak mampu menyesuaikan diri atau menciptakan hal-hal baru siap-siap digilas zaman dan akan punah. Lalu bagaimana nasib para pustakawan di Era Disrupsi 4.0 seperti sekarang ini?

Menurut, Sulistyo mengatakan bila tak mengikuti perubahan zaman, bukan tak

mungkin profesi pustakawan akan hilang ditelan zaman pada tahun 2030. Bahkan ia memprediksi bahwa sebutan pustakawan yang merujuk pada ahli perpustakaan bisa saja berubah seiring dengan digitalisasi. Begitu pula dengan peran yang akan diemban para pustakawan di masa mendatang.

“Sekarang terjadi perubahan pada pekerjaan pustakawan karena teknologi. Dulu kan katalogisasi pakai mesin ketik, harus buka halaman, judul, pengarang berapa panjang buku harus diketik. Sekarang nggak perlu, tinggal pakai aplikasi, pelayanan sirkulasi sendiri sudah digantikan dengan RFID, bagian referensi sendiri juga telah mengalami perubahan dengan kehadiran mesin pencari seperti google,” kata Prof. Sulistyo.

Dia menyebutkan perubahan terjadi begitu cepat akibat disrupsi. Tren

perkembangan teknologi informasi berdampak pula terhadap dunia kepustakawanan. Oleh karena jika tidak ingin hal itu terjadi pustakawan harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan meningkatkan profesionalitas bidang teknologi, menguasai bahasa asing.

Sementara itu, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry, Dr Fauzi MSi yang diwakili oleh Wakil Dekan II, Zubaidah M.Ed mengucapkan selamat datang dan mengapresiasi atas kehadiran profesor bidang Ilmu Perpustakaan yang pertama di Indonesia untuk memberikan pencerahan dan kuliah umum kepada mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan sivitas akademika Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry.

Selain itu, Zubaidah juga mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 mendorong

terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang akan memberikan tantangan dan peluang, termasuk bagi mahasiswa dan alumni Ilmu Perpustakaan FAH UIN Ar-Raniry. []

 

Sumber :

https://voi.co.id/