Hanya Manusia Biasa

Hanya Manusia Biasa

Hanya Manusia Biasa

Hanya Manusia Biasa
Hanya Manusia Biasa

Bayangkan Anda baru membeli poster artis idola Anda. Anda menatap poster itu lama sekali. Mulai dari mata, hmm mata yang sempurna. Beralih ke hidung, hidung di gambar itu begitu mancung, lalu bibirnya, wah seksi sekali…… Apakah Anda pernah memelototi poster idola Anda seperti itu? Tak hanya sampai di situ, begitu Anda melihat gaya jalannya, gaya bicaranya, gaya pakaiannya, hingga gaya penataan rumahnya, semuanya terlihat begitu sempurna. Sepertinya dia memang sempurna. Lalu, Anda mulai membandingkan diri Anda dengannya. Kehidupannya dengan kehidupan idola Anda. Dan Anda tanpa sadar mulai meniru gaya bicaranya, gaya pakaiannya dan gaya-gayanya yang lain. Hati-hati! Anda mungkin telah terobsesi. Bukan saja idola Anda, namun tetangga sebelah rumah pun bisa tampak ‘lebih’ segala-galanya dari Anda. Lebih kaya, lebih cantik, lebih bahagia…….Oleh karena itu, maka ada istilah ‘rumput tetangga lebih hijau’. Mengidolakan seseorang itu sah-sah saja, asal jangan sampai terobsesi. Ingatlah, bahwa mereka juga manusia biasa seperti kita. Jika mereka lupa sikat gigi, mulut mereka pun akan bau, sama saja seperti kita. Memang tidak dilarang jika Anda meneladani hal-hal baik yang dimiliki seseorang. Namun, jangan sampai hal itu kemudian membuat Anda menjadi ‘bukan diri Anda’. Anda unik. Anda memang tidak sama dengan artis idola Anda. Banggalah dengan apa yang Anda miliki. Banggalah dengan keberadaan diri Anda sendiri. Ingat, ada sebuah rahasia umum yang sering terlupakan…. “Mereka hanya manusia biasa…sama seperti kita.

Sumber : https://icanhasmotivation.com/