IAIN Manado Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi bagi Mahasiswa

IAIN Manado Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi bagi Mahasiswa

IAIN Manado Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi bagi Mahasiswa

IAIN Manado Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi bagi Mahasiswa
IAIN Manado Gelar Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan dan Penanganan Pornografi bagi Mahasiswa

Menghadapi maraknya pornografi di kalangan remaja Indonesia,  Biro Hukum dan

Kerjasama Luar Negeri Kementerian Agama dan IAIN Manado, menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan pornografi bagi mahasiswa.

Kegiatan ini diikuti mahasiswa IAIN dan IAKN Manado. Hadir sebagai narasumber, Peri Umar Farouk dari LSM JBDK (Jangan Bugil Depan Kamera) dan AKBP Endo Priambodo dari Bareskrim Markas Besar Kepolisian Indonesia. Sosialisasi digelar di Aula Rektorat IAIN Manado, Kamis (22/8).

Umar Farouk mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan pornografi yang semakin besar. Tantangan ini semakin nyata dengan maraknya pembuatan dan peredaran gambar serta video porno.

“Gambar kemungkinan telah mencapai ribuan, sedangkan yang berformat video

movie telah mencapai lebih dari 500an,” papar Umar Farouk.

Pelaku pornografi, lanjut Farouk, sudah merambah ke berbagai profesi, mulai guru, PNS, pegawai swasta, anggota DPR pusat maupun daerah, kepala daerah dan aktivis keormasan. Pelaku yang lebih dominan adalah kalangan muda.

“Fenomena ini bisa jadi merupakan thumbnail dari potret besar pornografi yang melanda Indonesia. Sejauh mana profil pornografi Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Kecenderungan mutakhir yang menjadi problematika fenomena bugil depan kamera, prediksi faktor-faktor penyebab dengan berbagai asumsi yang berkembang hingga masyarakat menjadi permisif atau lumpuh menghadapi serbuan dan strategi para pornografer, serta antisipasi apa yang perlu dikembangkan di tengah masyarakat,” jelas Umar.

Mengapa fenomena Bugil Depan Kamera ini begitu merebak dan merata di Indonesia, menurut Aktivis yang juga Konsultan justice & development di World Bank,  belum ada satupun penelitian berkenaan soal ini. Namun, secara garis besar dari kecenderungan yang muncul bisa dikarenakan faktor Kecanggihan Teknologi Informasi dan Eksperimentasi dan Eksebisionisme.

Kepala Bagian Perancangan Perundang-undangan dan Naskah Perjanjian

Kementerian Agama, Maryono mengatakan, penyelenggaraan sosialisasi dan edukasi pencegahan dan penanganan pornografi bagi mahasiswa bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap dampak negatif pornografi.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan pembekalan tentang strategi pencegahan dan penanganan pornografi kepada mahasiswa terhadap pengaruh konten pornografi dari internet dan media elektronik lainnya bagi mahasiswa, serta memetakan tantangan pencegahan dan penanganan pornografi di internet dan media elektronik lainnya bagi para mahasiswa.

 

Baca Juga :