Kesetaraan Gender Juga Menguntungkan Pria

Kesetaraan Gender Juga Menguntungkan Pria

Laporan riset McKinsey di tahun 2015 mengatakan bahwa perusahaan yang mendukung kesetaraan gender memiliki kinerja 15 persen lebih tinggi.

Sementara, di bulan Juli tahun lalu, polling Survey Monkey mencatat lebih dari separuh (58%) pria yang mengikuti survei menganggap tidak ada lagi hambatan bagi wanita untuk berkarier di dunia kerja. Baik perusahaan, maupun pria nampaknya kini makin membuka pintu untuk mendorong kemajuan wanita dalam kariernya.

Kesetaraan gender selama ini banyak diasosiasikan pada ‘isu-isu wanita’. Kesetaraan gender yang memberikan wanita kesempatan ternyata bisa memberi keuntungan juga bagi pria. Salah satu contoh yaitu pemberlakuan cuti paska melahirkan yang diberikan kepada pria (seperti yang diadopsi oleh P&G).

Sebaliknya, survei WHO baru-baru ini melaporkan di negara-negara yang rendah kesetaraan gender-nya, para pria di sana terancam masalah kesehatan lebih besar. Paham tradisional yang menganggap pria sebagai pencari nafkah dan wanita cukup di rumah mengasuh anak, memberikan tingkat stres lebih tinggi pada pria sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Bagaimana dengan efek pemimpin pria vs wanita terhadap sebuah perusahaan? Berikut persentasenya menurut Survei Kepemimpinan oleh America Pew Research Center 2018:

• Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman; Pria 5%, Wanita 43%

• Menghargai orang dari berbagai background; Pria: 3%, Wanita 35%

• Mempertimbangkan dampak sosial dalam keputusan bisnis; Pria 8%, Wanita 33%

• Memberi bimbingan pada karyawan muda; Pria 9%, Wanita33%

• Memberi upah sepadan dan benefit bagus; Pria 5%, Wanita 28%

• Bernegoisasi untuk deal-deal yang menguntungkan; Pria 28%, Wanita 9%.

Baca Juga :