Learning Curve

 Learning Curve

Menurut Ahyari (1986: 121-123), manajemen perusahaan-perusahaan pada umunya sudah selayaknya apabila berusaha untuk dapat mengetahui dengan pasti seberapa banyaknya waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu oleh karyawan atau sekelompok karyawan ini akan mempunyai hubungan yang erat dengan masalah penentuan skedul produksi dalam perusahaan yang bersangkutan tersebut. Waktu yang diperlukan oleh para karyawan yang bekerja dalam suatu perusahaan tersebut pada umumnya akan lebih pendek apabila para karyawan yang bekerja di dalam suatu perusahaan tersebut akan dapat menyelesaikan produk yang sama atau pengulangan penyelesaian produk lebih cepat daripada waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan produk tersebut yang pertama kalinya. Seorang karyawan yang melaksanakan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang, maka waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan satu unit pekerjaan tersebut akan semakin pendek bertambah banykanya jumlah unit pekerjaan yang sa,a tersebut dikerjakan oleh karyawan yang bersangkutan.

Pada mulanya konsep learning curve ini berasal dari perusahaan pesawat terbang. Namun kemudian konsep ini dapat dikembangkan dalam berbagai macam jenis industri lain, yang tentunya dengan penerapan disesuaikan dengan setiap jenis industri yang mempergunakannya. Dalam hal ini belum tentu terapan yang sesuai dengan salah satu jenis industry tersebut akan sesuai pula dengan industri yang lainnya.

Teori dasar yang dipergunakan dalam permasalahan ini adalah, bahwa sebenarnya apabila terdapat seseorang karyawan yang berulang-ulang mengerjakan pekerjaan yang sama, maka karyawan tersebut akan menjadi semakin lancar di dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dengan semakin lancarnya pelaksanaan pekerjaan oleh karyawan yang bersangkutan ini maka berarti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut akan menjadi semakin pendek. Dengan kata lain dapat disebutkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proses produksi suatu produk akan menjadi semakin pendek apabila karyawan tersebut sudah melaksanakan proses produksi untuk produk tersebut berulang kali. Dengan demikian apabila ditinjau dari segi produk perusahaan, maka kebutuhan jam kerja karyawan untuk memproduksikan produk tersebut akan menjadi semakin pendek, sehingga biaya tenaga kerja untuk memproduksi produk tersebut menjadi menurun. Hal ini berarti bahwa efisiensi tenaga kerja dalam perusahaan tersebut akan dapat ditingkatkan.

sumber :
https://www.tokomodemku.co.id/escape-games-apk/