Matrik Kerugian

Matrik Kerugian

Matrik KerugianMatrik Kerugian

Untuk menggambarkan konsep kerugian matrik kerugian anggaplah bahwa sebuah gedung yang dimilki oleh suatu perusahaan dihadapkan pada suatu kerugian karena kebakaran dan yang akan terjadi adalah kerugian total atau sama sekali tidak ada kerugian. Selanjutnya anggaplah bahawa manajer risiko harus memutuskan antara 3 perangkat tindakan yaitu :

  1. Untuk menanggung risiko.

  2. Untuk menanggung risiko serta menambah beberapa usaha pengamanan sehingga mengurangi kans suatu kebakaran.
  3. Untuk membeli perlindungan asuransi.

Matrik kerugian di bawah ini memperlihatkan kerugian bagi setiap keputusan dari ketiga kemungkinan tindakan dalam contoh ini, Kerugian-kerugian itu jatuh ke dalam dua kategori :

  1. Kerugian secara kebetulan yang akan terjadi hanya jika ada suatu kebakaran.
  2. Biaya yang akan timbul baik ada kebakaran maupun tidak ada kebakaran.

Kerugian secara kebetulan (accidental losses) ini dapat dibagi lagi ke dalam:

  1. Yang dapat diasuransikan.
  2. Yang tidak dapat diasuransikan.[4]

Sebagai contoh, dianggap bahwa kontrak asuransi yang dipertimbangkan ini merupakan paket yang luas yang melindungi perusahaan yang bersangkutan terhadap sebagian besar kerugian kebetulan, seperti biaya mengganti bangunan, penggunaan gedung yang bersangkutan, biaya memindahkan puing-puing dan tanggung jawab terhadap orang lain, seandainya manajer memutuskan untuk menanggung sendiri risiko seperti itu, yang diperkirakan meliputi total Rp. 200.000.000.-

Sumber :

https://kabarna.id/