Meneropong Wajah Industri Telekomunikasi 2019

Meneropong Wajah Industri Telekomunikasi 2019

Meneropong Wajah Industri Telekomunikasi 2019

Meneropong Wajah Industri Telekomunikasi 2019
Meneropong Wajah Industri Telekomunikasi 2019

Kehadiran 4G membuat ekosistem DNA (device, network, application) semakin

berkembang di Indonesia. Namun ditengah meningkatnya pengguna smartphone yang mendorong lonjakan konsumsi data, industri selular sesungguhnya terbilang rapuh. Hingga semester pertama 2018,  kinerja operator terus melorot. Bahkan sudah mengalami negative growth baik dari sisi pendapatan (-12,3%) dan juga EBITDA (-24,3%).

Rendahnya tarif data, diikuti dengan dampak dari kebijakan registrasi pra bayar, dan kondisi ekonomi makro yang tak kondusif, seperti kurs rupiah yang masih tertekan terhadap dolar, membuat operator bakal menutup 2018 dengan kinerja yang kurang menggembirakan.

Seperti halnya operator, industri smartphone juga tumbuh dibawah ekspektasi.

Pertumbuhan penjualan ponsel pada tahun ini diperkirakan tak sebaik tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi Indonesia, karena turunnya tingkat konsumsi dan investasi.Lantas bagaimana kinerja operator di tahun 2019 ini ?

Untuk mengetahui bagaimana merumuskan strategi penyehatan industri dan upaya bertumbuh di industri telekomunikasi Indonesia, Selular.ID mengadakan Selular Business Forum 2019 dengan tema “Mencari Ruang Pertumbuhan di Tengah Ketatnya Iklim Kompetisi”.

Selular Business Forum 2019 ini akan diselenggarakan pada hari Kamis, 17 Januari

2019 pukul 08.30 hingga 12.00 wib di Mawar Room, Balai Kartini, Jln. Gatot Subroto Kav. 37, Jakarta. Acara ini turut diisi oleh pembicara dari lembaga pemerintahan, provider, vendor smartphone dan asosiasi.

 

Baca Juga :