Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian

Mengapa Pemerintah Ikut Campur Dalam Perekonomian

Memang menurut Adam Smith, pasar adalah tempat mengorganisir perekonomian yang paling baik, sehingga campur tangan pemerintah tidak diperlukan. Namun dalam kenyataanya, ada yang namanya kegagalan pasar dimana pasar tidak lagi berfungsi karena gagal dalam mendistribusikan barang dan jasa. Contoh sekarang, harga cabe mahal karena pasar gagal mendistribusikan cabe diwilayah lokal sehingga menyebabkan kelangkaan atau suatu wilayah harus mencari cabe di wilayah lain yang mengakibatkan harga cabe naik.

Jika ingat tentang hukum permintaan, ketika permintaan tinggi namun barang yang ditawarkan sedikit, maka otomatis harga naik maka dari itu, solusi dari pemerintah adalah dengan pemberdayaan petani cabe lokal, mempermudah distribusinya atau kebijakan impor agar kelangkaan dapat ditanggulangi dan pasar kembali ke titik keseimbanganya

Campur tangan pemerintah lainya adalah dalam mengatasi adanya monopoli dan hak kuasa atas sumberdaya penting. Contoh sekarang adalah PLN adalah milik pemerintah, namun di luar negeri listrik dikuasai swasta (sebagian) sehingga swasta berhak memainkan harga dan jasa ini masuk dalam pasar, Namun jika dikuasai pemerintah, biaya dapat ditekan sehingga masyarakat tidak perlu membayar mahal.

Sebenarnya campur tangan pemerintah sangat banyak dalam perekonomian, Misal dalam pajak , pembatasan pasar uang dan modal, perlindungan produsen dan lain-lain.

  1. Kesimpulan:

Perdagangan bebas merupakan suatu kegiatan jual beli produk antar negara tanpa adanya kerumitan  aturan atau birokrasi yang mengatur perdagangan bebas itu didalam suatu Negara.

Ciri ciri:

  1. Perdagangan barang tanpa pajak (termasuk tarif) atau pembatasan perdagangan yang lain (seperti kuota impor atau subsidi untuk produsen).
  2. Perdagangan layanan tanpa pajak atau pembatasan perdagangan yang lain.
  3. Pergerakan bebas tenaga kerja antara luar dan dalam Negara. Dll

Sumber: http://linux.blog.gunadarma.ac.id/2020/07/14/jasa-penulis-artikel/