MENGENAL STUNTING YANG BUKAN SEMATA SOAL ANAK KERDIL

MENGENAL STUNTING YANG BUKAN SEMATA SOAL ANAK KERDIL

Stunting adalah kondisi masalah perkembangan di mana seorang anak cenderung punyai tinggi badan yang lebih rendah. Tapi, apa bahayanya?

Dalam Debat Cawapres hari Minggu (17/3) lalu, Sandiaga Uno dan KH Ma’ruf Amin menyinggung perkara stunting dalam bidang kesehatan. Di baliho-baliho pinggir jalan, stunting juga kerap ditulis besar-besar sebagai persoalan yang wajib mampu teratasi. Tapi sesungguhnya, stunting itu apa, sih, Buibu?

Kondisi yang disebut stunting adalah kondisi di mana seorang anak mengalami masalah pertumbuhan. Akibatnya, dibandingkan teman-teman sebayanya, ia cenderung punyai tinggi badan yang lebih rendah dengan sebutan lain pendek. Naaah, perkara “pendek” ini ternyata menjadi keliru satu tanda adanya kasus perkembangan bagi anak-anak!

Kenapa seorang anak mampu menjadi lebih pendek? Hal ini ternyata merupakan dampak yang terus-menerus dari kurangnya asupan gizi kronis, apalagi sejak ia berada di dalam kandungan. Dengan kata lain, gizi yang wajib diperhatikan tidak hanya gizi terhadap bayi, tapi juga asupan yang diperoleh ibu selama kehamilan. Kalau gizi sang ibu saja tidak cukup berkualitas, nutrisi seperti apa yang ibu menginginkan dapat dimiliki oleh bayinya, coba?

Pertumbuhan yang terhambat sejak dalam kandungan ini mampu berlanjut hingga proses kelahiran. Asupan gizi bayi hingga berusia 2 th. juga kemudian menjadi kasus utama: kecuali tidak tercukupi, tidak didampingi ASI ekslusif dan MPASI (makanan pendamping ASI), siap-siap saja ia terancam kondisi kesehatan yang tidak cukup baik, juga adanya stunting.

Pernyataan pentingnya ASI ini didukung oleh KH Ma’ruf Amin yang menyatakan bahwa ASI punya kandungan kolostrum dan merupakan sumber nutrisi paling mutlak bagi bayi. Hal ini disebutkan cawapres Jokowi untuk menanggapi program Sedekah Putih yang diajukan Sandiaga Uno, yaitu perlindungan susu sebagai usaha pemenuhan gizi bayi dan anak-anak.

Secara lebih lengkap, selanjutnya adalah faktor-faktor penyebab stunting mampu berkembang:

1. kurangnya asupan gizi kronis dalam jangka panjang,

2. retardasi perkembangan intrauterine,

3. adanya pergantian hormon dikarenakan kondisi stres,

4. kurangnya asupan protein dalam proporsi total kalori yang dibutuhkan, dan

5. infeksi yang kerap terjadi.

Mengapa perkara kondisi kesehatan ini menjadi fokus banyak pihak? Ternyata, kondisi ini berhubungan bersama perkembangan otak yang tidak maksimal—tidak hanya tentang kasus tinggi badan semata. Akibatnya, anak-anak yang mengalami stunting cenderung punyai kemampuan mental dan kemampuan belajar yang tidak cukup agar prestasinya mampu tergolong buruk.

Lah, terus, bagaimana kita mampu memastikan bahwa seorang anak mengalami masalah perkembangan dan punyai tubuh pendek di bawah rata-rata?

Ada baiknya, sebagai pihak yang memantau perkembangan dan perkembangan anak, kita sadar tanda-tanda dan tanda-tanda yang terlihat kecuali seorang anak mengalami masalah pertumbuhan, di antaranya:

1. terjadinya penurunan berat badan, kecuali tidak mampu dibilang tidak naik,

2. perkembangan tubuh terhambat dan terlambat, apabila era menstruasi pertama yang cenderung telat, dan

3. mudah di serang infeksi.

Tinggi-pendeknya anak, waktu itu, sebaiknya terus dipantau bersama cara teratur memeriksakannya ke service kesehatan terdekat. Kenapa ini penting? Ya tentu saja demi satu hal: menghindari dampak-dampak yang mampu anak alami kalau-kalau hingga di serang stunting!

Seperti yang telah disebutkan sekilas di atas, kondisi stunting ternyata tak mampu diakui sepele seperti “oh-cuma-lebih –pendek-saja-dibanding-anak-anak-lain”. Pasalnya, ia juga menimbulkan sebagian akibat lainnya, termasuk:

1. lemahnya kemampuan kognitif dan kemampuan belajar,

2. mudah capek dan tidak lebih lincah dibandingkan bersama teman-teman sebayanya,

3. lebih rentan terkena penyakit infeksi, dan

4. menjadi pemicu terjadinya diabetes, hipertensi, obesitas, hingga kematian.

Melihat bahayanya kondisi masalah perkembangan ini, sebagian dari kita tentu bertanya-tanya: apakah stunting mampu disembuhkan secara singkat dan mudah?

Jawabannya: tidak. Saat seorang anak mengalami kondisi ini dan punyai tubuh pendek sejak balita, pertumbuhannya otomatis dapat terhambat hingga memasuki usia dewasa. Meskipun kita kemudian memberinya “hujan” gizi, perkembangan yang terhambat ini senantiasa berlangsung dikarenakan stunting telah menyerangnya sejak balita. Namun demikian, perlindungan gizi yang memadai tentu terlalu mutlak dilaksanakan untuk menghindari kondisi yang kian parah.

Lantas, apa cara termudah untuk menghindari anak-anak terkena stunting?

Kunci utama yang patut kita pahami adalah satu hal: memberikan nutrisi dan gizi yang maksimal terhadap anak, apalagi sejak awal kehidupannya, yaitu di 1.000 hari pertama kehidupan. Tak kalah penting, selama anak masih berada dalam kandungan, gizi yang baik juga wajib kita konsumsi sebagai modal dasar yang baik dan menjanjikan.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :