Menristekdikti Janji Berantas Narkoba di Kampus

Menristekdikti Janji Berantas Narkoba di Kampus

Menristekdikti Janji Berantas Narkoba di Kampus

Menristekdikti Janji Berantas Narkoba di Kampus
Menristekdikti Janji Berantas Narkoba di Kampus

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir

berjanji menindak tegas dengan membersihkan kampus dari peredaran narkoba. Dia mengemukakan soal ini saat menjadi Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-74 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu, 17/8/19.
Berita Terkait
Wakil Rektor Universitas Tertua di Dunia Kunjungi Indonesia
Xiaomi Siap Kembangkan Smart Pesantren
PGRI Respon Positif Kebijakan Menag Hapus Materi Khilafah di Buku Agama Islam

Nasir bilang, kampus adalah wadah untuk memajukan pendidikan bangsa dalam menghadapi persaingan global. Jadi, kata dia, kampus tak boleh dicemari oleh hal-hal yang bertolak belakang dengan cita-cita itu.

“Ke depan kita ingin bekerja sama terus dengan Polri, walaupun saya sudah

kerjasama dengan BNN. Saya akan kerjasama terus menindaklanjuti, kampus-kampus mana saja yang terpapar narkoba akan kita bersihkan,” katanya.

Ia pun meminta kepada masyarakat luas, agar ikut membantu mengawasi kampus dari para pengedar narkoba. Bahkan, jika sampai ada mahasiswa yang terlibat penggunaan narkoba, maka jajaran rektorat akan dipanggil dan diminta memberikan tindakan tegas.

“Apabila ada mayarakat yang mengetahui adanya peredaran narkoba di kampus, saya minta tolong ditangkap, diproses dan ditindaklanjuti. Kalau ada kampus terlibat, Rektor akan saya panggil supaya mengambil tindakan kepada mahasiswanya,” jelasnya lagi.

Upaya pembersihan kampus dari peredaran Narkoba akan terus digencarkan.

Bahkan, Kemenristekdikti mengapresiasi petugas kepolisian dari Polres Jakarta Barat (Jakbar) yang berhasil mengungkap peredaran narkoba berupa puluhan kilo ganja siap pakai di salah satu kampus baru-baru ini.

“Kampus yang ada ganja puluhan kilo, akan saya panggil, satu-dua minggu yang lalu laporannya ini. Kalau itu PTS (Perguruan Tinggi Swasta), bersama LLPT (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLPT)-nya atau kordinator Kopertisnya akan saya berikan sanksi. Karena kampus tidak boleh ada peredaran narkoba, apalagi puluhan kilo (ganja), ini bahaya,” tegasnya.

Sebelumnya polisi menggulung jaringan narkoba di kampus-kampus perguruan tinggi Jakarta. Awalnya adalah penangkapan dua mahasiswa yang berkampus di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada akhir Juli 2019 lalu.

 

Sumber :

https://educacao.telessaude.ifes.edu.br/eportfolios/45/Pgina_inicial/Understanding_Stimulation_Objectives_Benefits_and_According_to_Experts