metode ilmu perbandingan agama

Pemikiran tentang Perbandingan Agama

Dalam bidang perbandingan agama, kontribusi pemikiran Al Faruqi tak kecil. Karyanya A Historical Atlas of Religion of the World, oleh banyak kalangan dipandang sebagai buku standar dalam bidang tersebut. Disamping itu dia juga mengarang buku Islam and Other Faiths dan Trialogue of Abrahamic Faiths. Dalam karya-karyanya itulah, ia selalu memaparkan pemikiran ilmiahnya untuk mencapai saling pengertian antarumat beragama, dan pemahaman intelektual terhadap agama-agama lain. Baginya, ilmu perbandingan agama berguna untuk membersihkan semua bentuk prasangka dan salah pengertian untuk membangun persahabatan antara sesama manusia.
Karena itu pula, Al Faruqi berpendapat bahwa Islam tidak menentang Yahudi. Yang ditentang Islam adalah Zionisme. Antara keduanya (Yahudi dan Zionisme) terdapat perbedaan mendasar. Ketidakadilan dan kezaliman yang dilakukan Zionisme, menurutnya, begitu rumit, majemuk, dan amat krusial, sehingga praktis tidak terdapat cara untuk menghentikannya tanpa suatu kekerasan perang. Dalam hal ini, negara zionis harus dihancurkan. Sebagai jalan keluarnya, orang-orang Yahudi diberi hak bermukim di mana saja mereka kehendaki, sebagai warga negara bebas. Mereka harus diterima dengan baik di negara Muslim.
Sikapnya yang demikian itu ternyata tidak disenangi oleh kalangan yahudi Amerika. Tindakan tersebut diuga disebabkan oleh kelompok-kelompok semaacam jerwish defense organization (organisasi pembelaan yahudi). Di tengah meningkatnya gerakan anti Arab dan yang berbau Arab itulah Prof.Dr. Ismail Raji al-Faruqi, istrinya (Dr.Lo’is Lamnya’ al –Faruqi), dan kedua anaknya dibunuh di rumahnya dalam suatu serangan oleh kelompok tak dikenal pada tengah malam 27 mei 1986.
Untuk mengenang jasa-jasa al-Faruqi organisasi masyarakat islam Amerika Utara (ISNA) berusaha mendirikan the Ismail and Lamnya Memorial Fund, yang bermaksud melanjurkan cita-cita islamisasi ilmu pengetahuan yang dicetuskannya. Kematian al-Faruqi merupakan duka seluruh umat islam. Sebab di tangan al-faruqi lah pemikiran kebudayan islam , terutama islmisasi ilmu pengetahuan menemukan bentuknya.

4. Manusia dan Tindakan Moral

Pandangan al-faruqi tantang manusia dan tindakan moral, yaitu suatu pandangan yang berasarkan pada pemahaman konsep dan prinsip tauhid. Ia tidak hanya mengakui unsure kebebasan dn kemerdekaan yang merupakan persyaratan yang diabsahkannya pembadaan kewajiban (taklif) atau tanggung jawab moral. Ia justru menegaskan bahwa kebebasan dan kemerdekaan diri merupakan syarat mutklak bagi aktualisasi kehendak tuhan di panggung sejarah dunia. Di sampiing itu ia juga mengembangkan konsep tanggung jawab sosial yang didasarkan pada pandangan ummatisme, yaitu bahwa orang –orang lain yang menjadi objek tindakan moral didekati dengan tujuan menyakinkan mereka akan sifat baik dari tindakan moral tersebut. Kemudian begitu mereka telah berrhasil diyakinkan, mereka akan melibatkan diri dan melahirkan eksisten-eksisten yang nyata atau akan mengaktualisasikan kehendak ilahi yang berupa nilai-nilai moral secara sukaarela dan sadar.[2]

TERBARU