Nih, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan buatan Mahasiswa S1

Nih, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan buatan Mahasiswa S1

Nih, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan buatan Mahasiswa S1

Nih, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan buatan Mahasiswa S1
Nih, Alat Monitoring Penyakit Jantung Bawaan buatan Mahasiswa S1

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa sering kali Penyakit Jantung Bawaan (PJB) tidak memberikan gejala yang khas. Sehingga diperlukan pemantauan yang cermat untuk mendeteksi PJB. Oleh sebab itu, dibutuhkan monitoring hingga anak penderita PJB tumbuh menjadi dewasa.

Berlatar hal tersebut, lima mahasiswa Universitas Airlangga menciptakan sebuah alat yang dapat memonitoring electrokardiograf dan viskositas darah. Serta mengklasifikasikan penyakit jantung bawaan. Alat yang diberi nama STEVITY (Smart Telemonitoring and Blood Viscosity) ini diharapkan bisa membantu untuk memonitoring penyakit jantung bawaan (PJB).

Kelima mahasiswa kreatif tersebut adalah Titania, Astryd, Ichrom Septa, Aji Sapta

(keempatnya dari S1-Teknobiomedik) serta Kretawiweka (S1-Sistem Informasi). Hasil kreasinya itu kemudian dituangkan dalam proposal Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC). Kini mereka menyatakan siap maju mempresentasikan ciptaannya di ajang kreativitas mahasiswa Indonesia tingkat nasional.

”Kami memperoleh ide untuk membuat STEVITY ini dilatarbelakangi dari 220 juta penduduk Indonesia, bahwa dari bayi yang lahir mencapai 6.600.000 dan 48.800 diantaranya penyandang PJB,” kata Titania mengutip dari Indonesian Heart Association, 2011.

Menurutnya, alat ini merupakan inovasi pertama yang mengintegrasikan

pengukuran viskositas darah secara non-invasive dan electrokardiograf untuk monitoring dan klasifikasi penyakit jantung bawaan. ”STEVITY ini cukup user friendly bagi tenaga medis, jadi dapat mengidentifikasi bayi yang terkena penyakit jantung bawaan, sejak dari dini dan segera dapat ditangani,” tambah Titania.

Selain itu, STEVITY juga dirancang dengan slot baterai dan dikemas dalam package,

sehingga alat ini menjadi portable, artinya dapat digunakan kapan pun dan dimana pun. ”Kedepannya kami berharap STEVITY ini dapat membantu mengurangi angka kematian akibat penyakit jantung dan dapat membantu menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal),” ujarnya. (*)

 

Sumber :

http://www.pearltrees.com/danuaji88/item261349768