Nilai-nilai Islami Dalam Ikhlas yang Terintegrasi dengan pelajaran Pendidikan Kewaranegaraan

Nilai-nilai Islami Dalam Ikhlas yang Terintegrasi dengan pelajaran Pendidikan Kewaranegaraan

Ikhlas artinya bersih, murni, dan tidak bercampur dengan yang lain. Sementara ikhlas menurut istilah adalah ketulusan hati dalam melaksanakan sesuatu amal yang baik, semata mata Allah. Apabila bila pekerjaan dilakukan denga ikhlas (tulus hati) tidak akan terasa berat, betapapun pekerjaan itu sangat sulit. Jadi, ikhlas ialah mengerjakan sesuatu dengan lillah.

Betapa perjuangan para pendiri negara ini dengan gigih memperjuangkan hak-haknya sebagai warga negara untuk terbebas dari penjajahan. Dalam pikiranfounding father, tidak ada sedikit pun ingin memperkaya diri. Pemikiran yang ada adalah bagaimana keluar dari kuku penjajah dan kemudian merdeka. Oleh karena itu, guru PPKN dapat menyuguhkan materi tentang hakikat dan makna proklamasi kemerdekaan. Merdeka dalam arti yang sesungguhnya, termasuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang banyak, yaitu korupsi. Disinilah peran guru PPKN menginternalisasi nilai-nilai islami tentang ikhlas. Dalam konsep ikhlas terdapat tekanan kuat untuk kepentingan bersama menjadi unsur utama. Sebaliknya dalam tindakan dan tingkah laku korupsi, kepentingan diri sendiri mencuat tinggi, sedangkan untuk kepentingan orang lain sangat merosot tajam.

Nilai-nilai Islami Dalam Kesabaran yang Terintegrasi dengan Pelajaran Bahasa Indonesia

Sabar adalah wujud pengabdian manusia kepada sifat Allah (al sobru). Kesabaran adalah menahan diri, dan bersikap teguh dengan agama apabila muncul dorongan nafsu yang mengajaknya untuk menyimpang. Sabar adalah kekuatan jiwa dan hati dalam menerima berbagai persoalan hidup yang berat, yang menyakitkan dan membahayakan diri baik secara lahir maupun batin. Konsep ajaran tentang sabar tidak menunjukkan pada kondisi mental yang pasif apalagi negatif, tetapi menunjukkan pada sikap mental yang penuh fitalitas dalam disiplin memegang teguh kebenaran.

Guru Bahasa Indonesia pun berperan dalam membentuk kesadaran antikorupsi melalui pelajaran yang diampunya, dalam materi “menceritakan pengalaman yang mengesankan”. Setiap orang pasti mempunyai pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan dan menjengkelkan. Nah, ketika mengalami pengalaman yang menjengkelkan atau menyedihkan, seorang guru Bahasa Indonesia memberikan pengertian bahwa sabar adalah solusi yang terbaik dalam menghadapi kejengkelan atau peristiwa yang tidak menyenangkan. Dalam kontek kesadaran anti korupsi, seorang guru memberikan penekanan bahwa kesabaran adalah menahan diri, dan bersikap teguh dengan agama apabila muncul dorongan nafsu yang mengajaknya untuk menyimpang, yakni tindakan melakukan korupsi.

Dengan adanya pendidikan antikorupsi ini,  diharapkan akan lahir generasi tanpa korupsi sehingga di masa yang akan datang tercipta Indonesia yang bebas dari korupsi. Harapan awal tentunya ini akan berdampak langsung pada lingkungan sekolah, yaitu pada semua elemen pendidikan, seperti kepala sekolah, guru, karyawan dan anak. Lingkungan sekolah akan menjadi pionir bagi pemberantasan korupsi dan akan merembet ke semua aspek kehidupan bangsa demi mewujudkan Indonesia yang bebas dari korupsi.

https://haciati.co/