Nilai Praksis

Nilai Praksis

Nilai PraksisNilai Praksis

Ialah interaksi antara nilai instrumental dengan situasi konkrit pada tempat tertentu dan situasi tertentu.

Sifat daripada nilai ini amat dinamis, karena yang diinginkan adalah tegaknya nilai instrumental itu dalam kenyataan.

Dari segi kandungan nilanya, nilai praksis merupakan gelanggang pertarungan antara idealisme dan realitas.

Nilai praksis terdapat banyak wujud penerapan nilai-nilai pancasila baik secara tertulis maupun secara tidak tertulis, baik oleh cabang eksekutif, cabang legislatif, cabang yudikatif, oleh organisasi kekuatan sosial-politik, oleh organisasi kemasyarakatan, oleh badan-badan ekonomi oleh pemimpin kemasyarakatan, maupun oleh warga negara secara perseorangan.

Nilai praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu dalam cara bagaimana kita melaksanakan nilai-nilai Pancasiala.

Kritik yang sering terjadi tidak diarahkan pada nilai dasar maupun nilai instrumentalnya, melainkan kepada nilai praksisnya, terutama jika dalam keadaan normal terjadi pelanggaran nilai-nilai yang justru seharusnya ditegakkan. Misalnya korupsi,kolusi, penyikasaan terhadap tahanan, perselingkuhan guru dengan murid, perjudian yang justru dilindungi, dan sebagainya.

Kesimpulan

Dalam arti kata luas, istilah ideologi dipergunakan untuk segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam artian ini, ideologi disebut terbuka. Dalam arti sempit, ideologi adalah gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang menentukan dengan mutlak bagaimanan manusia harus hidup dan bertindak. Artinya ini disebut juga ideologi tertutup. Kata ideologi sering juga dijumpai untuk pengertian memutlakkan gagasan tertentu, sifatnya tertutup dimana teori-teori bersifat pura-pura dengan kebenaran tertentu, tetapi menyembunyikan kepentingan kekuasaan tertentu yang bertentangan dengan teorinya. Dalam hal itu, ideologi diasosialisasikan kepada hal yang bersifat negatif.

Indonesia yang memiliki dasar filsafat negara berupa Pancasila. Pancasila adalah sebagai dasar filsafat Negara Indonesia yang diangkat dari nilai-nilai religius, norma-norma serta adat-istiadat yang terdapat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk Negara. Maka Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia berakar pada pandangan hidup dan budaya bangsa, yang berisi nilai-nilai ketakwaan kepada Allah Swt, Kemanusiaan, Persatuan, Kekeluargaan, Demokrasi, Nasionalisme, sehingga Pancasila menjadi dasar ideologi Nasional

Dari segi nilai kandungan nilainya, maka nilai instrumental merupakan kebijakan, strategi, organisasi, sistem,rencana, program, bahkan juga proyek-proyek yang menindaklanjuti nilai dasar.

Nila instrumental terpengaruh oleh  perubahan  waktu, keadaan , atau tempat , sehingga secara berkala memerlukan penyesuaian. Nilai Instrumental merupakan kontekstual dar nilai dasar yang menjamin agar nilai dasar tersebut tetap relevan dengan masalah-masalah utama yang dihadapi masyarakat dalam zaman tersebut. Nilai ini dikembangkan oleh lembaga-lembaga penyelenggara negara yang dibentuk kemudian.

Nilai instrumental tercantum dalam selurh dokumen kenegaraan yang menindaklanjuti UUD dan belum termasuk kepada nilai praktis, seperti GBHN, UU dan peraturan pelaksanaannya.

Jika ditinjau dari segi lembaga yang berwenang menyusun nilai instrumental ini ada 3 (tiga) lembaga yang bertanggung jawab utuk itu, yakni MPR, Presiden dan DPR.

Ke dalam nilai instrumental juga dapat dimasukkan hukum dasar tidak tertulis, yang tumbuh dalam praktik penyelenggaraan negara.


Baca juga: