Pancasila Sebagai ideologi terbuka

Pancasila Sebagai ideologi terbuka

Pancasila Sebagai ideologi terbukaPancasila Sebagai ideologi terbuka

Arti Ideologi Terbuka

Ciri khas ideologi terbuka adalah nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara.

Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat ideologi terbuka itu, sebenarnya terdapat dalam penjelasan umum UUD 1945, yang menyatakan ”terutama bagi negara baru dan negara muda, lrbih baik  hukum dasar  yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada UU yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya, dan mencabutnya”. Selanjutnya dinyatakan “yang sangat penting dalam pemerintahan dan dalam hidupnya bernegara ialah semangat, semangat para penyelenggara negara, semangat para pemimpin pemerintahan”

Faktor pendorong keterbukaan ideologi pancasila

  • Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yang berkembang secara cepat.
  • Kenyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku, cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
  • Pengalaman sejarah politik kita di masa lampau.
  • Tekad untuk memperkokoh akan nilai-nilai dasar pancasila yang bersifat abadi dan harap mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Sifat-sifat Ideologi Terbuka

  • Dimensi realita

Menurut pandangan Alfian(BP-7 Pusat,1992;192), pancasila mengandung dimensi realita ini dalam dirinya. Nilai-nilai yang terkanding dalam dirinya, bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat, terutama pada waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan mengahayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah dimiliki bersama dengan begitu nilai-nilai ideologi itu tertanam dan berakar dalam masyarakat.

  • Dimensi Idialisme

Mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Cita-cita tersebut berisi harapan yang masuk akal, bukanlah lambungan angan-angan yang sama sekali tidak mungkin direalisasikan. Oleh karena itu dalam suatu ideologi yang tangguh biasanya terjalinberkaitan yang saling mengisi dan saling memperkuat antara dimensi realita dan dimensi idealism yang terkandung didalamnya. Logikanya pancasila bukan saja memenuhi sifat keterkaitan yang saling mengisi dan saling memperkuat antara dimensi pertama(dimensi realita) dan dimensi kedua(dimensi idealisme).

  • Dimensi Fleksibilitas

Melalui pemikiran baru dalam dirinya, ideologi itu memelihara dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu kiar disimpulakn bahwa suatu ideologi terbuka, karena itu memiliki apa yang mungkin dapat kita sebut yang dinamakan dinamika mengandung dan merangsang mereka yang meyakinkan untuk pemikiran-pemikiran baru tentang dirinya tanpa khawatir atau curiga akan kehilangan hakikat dirinya. Melalui hal itu kita yakin bahwa relevansi ideologi kita akan makin kuat, jati dirinya akan mantap dan berkembang sejalan dengan itu, kita yakini bahwa pancasila memiliki dimensi 3.

Batas-batas Keterbukaan Ideologi Pancasila :

  1. Stabilitas nasional yang dinamis.
  2. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme, dan komunisme.
  3. Mencegah berkembangnya paham liberal.
  4. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat.
  5. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.

Sumber: https://dosenpendidikan.id/