Pengamat: Angka Putus Sekolah Tinggi Akibat Pemerintah Kurang Fokus

Pengamat Angka Putus Sekolah Tinggi Akibat Pemerintah Kurang Fokus

Pengamat: Angka Putus Sekolah Tinggi Akibat Pemerintah Kurang Fokus

Pengamat Angka Putus Sekolah Tinggi Akibat Pemerintah Kurang Fokus
Pengamat Angka Putus Sekolah Tinggi Akibat Pemerintah Kurang Fokus

Koordinator Nasional Jaringan Pemerhati Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid

Matraji menilai, masih tingginya angka putus sekolah disebabkan pemerintah kurang fokus pada kelompok yang selama ini tereksklusi dalam sistem. Akibatnya, pemerintah masih berkutat dengan persoalan yang sama soal putus sekolah dan kendala akses.

Bahkan, Ubaid menyebut, kebijakan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) masih belum mampu menjangkau seluruh kalangan. Belum lagi ada persoalan soal ketidaktepatan sasaran yang tanpa adanya mekanisme kontrol ketat, bisa menimbulkan celah korupsi.

Oleh karena itu, Ubaid meminta pemerintah daerah (pemda) harus berkomitmen

karena selama ini komitmen pemda patut dipertanyakan.

“Selama ini mereka belum fokus pada pengembangan SDM (sumber daya manusia, red) melalui pendidikan. Akibatnya, alokasi APBD untuk pendidikan juga masih rendah. Ini pasti berdampak pada akses dan kualitas pendidikan,” ujarnya kepada SP, Rabu (24/7).

Kendati demikian, untuk menuntaskan angka putus sekolah, Ubaid mengharapkan

pemda untuk fokus pada kelompok-kelompok anak yang selama ini tereksklusi. Selain itu, pemda juga diminta melakukan evaluasi pada program KIP yang belum menjangkau semua dan banyak tidak tepat sasaran.

Kemudian, pemda harus berkomitmen mengalokasikan APBD minimal 20% untuk pendidikan di luar dana transfer pusat, serta fokus memperkuat pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM) berbasis desa untuk daerah- daerah yang tidak terjangkau sekolah.

 

Baca Juga :