Pengertian Pengetahuan

Pengertian Pengetahuan

Pengertian Pengetahuan

Pengertian Pengetahuan

          Pengetahuan adalah hasil kegiatan ingin tahu manusia tentang apa saja melalui cara-cara dan dengan alat-alat tertentu.[4] Selain itu, pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.[5] Jadi dapat disimpulkan pengetahuan adalah sumber jawaban dari rasa ingin tahu manusia dalam kehidupan.

          Setiap jenis pengetahuan memiliki ciri-ciri yang spesifik mengenai apa (ontologi), bagaimana (epistemologi) dan untuk apa (aksiologi). Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya dan terbatas pada lingkup pengalaman kita. Tahap selanjutnya dengan mengembangkan pengetahuan yang mempunyai kegunaan praktis dan berakar pada pengalaman berdasarkan akal sehat. Perkembangan selanjutnya adalah tumbuhnya rasionalisme yang secara kritis mempertanyakan dasar-dasar pikiran. Lalu berkembang lagi ke arah empirisme yang didasarkan pada kenyataan pengalaman.

          Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan. Dengan kata lain, ilmu adalah pengetahuan yang diperoleh dengan menerapkan metode keilmuan. Karena ilmu merupakan sebagian dari pengetahuan. [6]

  1. Jarum Sejarah Pengetahuan

            Konsep keilmuan sejarah berjalan secara lambat, walaupun orang telah menggunakan istilah-istilah history (Inggris), geschichte (Jerman), geschidenis (Belanda), dan yang lain. Menurut W. H. Walsh terdapat dua disiplin yang memikirkan peristiwa masa lampau, yaitu filsafat sejarah dan ilmu sejarah. Filsafat sejarah memusatkan perhatian pada tindakan manusia dan objek tindakan tersebut secara analitis dan spekulatif. Ilmu sejarah memusatkan perhatiannya pada pengalaman-pengalaman dan tindakan manusia.[7] Pemerolehan pengalaman dan tindakan manusia tersebut menjadi penuturan berasal dari olahan metodis sehingga pengalaman dan tindakan manusia pada masa lampau tersebut tersusun secara sistematis. Paparan cerita tersebut tersusun menjadi suatu bangunan kebenaran umum. Pengetahuan tersebut memungkinkan terjadinya suatu prediksi yang berhasil untuk mengontrol kejadian-kejadian pada masa yang akan datang, suatu kontrol pada batas-batas tertentu. Pengetahuan tentang pengalaman manusia pada masa lampau tersebut adalah objektif. Paparan tentang pengalaman dan tindakan manusia pada masa lampau tersebut adalah bersfat ilmiah, artinya memenuhi persyaratan ilmu pengetahuan. Sejarah yang ditulis berdasarkan aturan penelitian keilmuan tersebut adalah benar-benar suatu cabang ilmu pengetahuan. Demikianlah sejarah sebagai suatu penuturan cerita pengalaman dan tindakan manusia pada masa lampau baru menjadi ilmu pengetahuan otonom pada awal abad dua puluh.

          Contoh sejarah pengetahuan yaitu pernahkah Anda mendengar seorang tukang obat menawarkan panacea (untuk segala macam penyakit) di kaki lima yang berkata, “Untuk urat kaku, pegal, linu, darah tinggi, sakit bengek, eksim, keputihan, sukar tidur, hilang nafsu makan, kurang jantan… makanlah tablet ini tiga kai sehari, diguyur dengan air minum, yang hamil dilarang makan?” Raja obat yang mampu mengobati segala macam penyakit ini adalah warisan dari zaman dulu, di mana pada waktu itu, perbedaan antara ujud yang satu dengan ujud yang lain, belum dilakukan. [8]

baca juga :