Penulisan Kata

Penulisan Kata

Penulisan Kata

Penulisan Kata
Penulisan Kata
1.    Penulisan Kata Dasar
Kata dasar, yaitu kata yang belum diberi imbuhan atau belum mengalami proses morfologi lainnya, ditulis sebagai satu kesatuan, terlepas dari kesatuan yang lainnya.
2.    Penulisan Kata Berimbuhan
Kata berimbuhan, yaitu kata yang dibentuk dari kata dasar atau bentuk dasar dengan imbuhan (awalan, sisipan, dan akhiran) ditulis dengan aturan seperti berikut:
· Imbuhan (awalan, sisipan, dan akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya sebagai kesatuan.
·  Kalau bentuk dasarnya adalah gabungan kata, maka awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikutinya atau mendahuluinya.
3.    Penulisan Kata Gabung
Kata gabung atau gabungan kata adalah bentuk yang terdiri dari dua buat kata atau lebih. Aturan penulisannya adalah sebagai berikut:
·  Kata-kata yang membentuk gabungan kata ditulis terpisah satu dengan lainnya.
·  Gabungan kata yang sudah dianggap sebagai sebuah kata ditulis serangkai menjadi satu.
·  Kalau sebuah gabungan kata sekaligus diberi awalan dan akhiran maka harus ditulis serangkai sebagai sebuah kata.
4.    Penulisan kata ulang
Kata ulang adalah sebuah bentuk sebagai mana hasil dari mengulang sebuah kata dasar atau sebuah bentuk dasar. Kata ulang ditulis secara lengkap atau utuh dengan memberi garis penghubung.
5.    Penulisan kata ganti klitik
Kata ganti klitik adalah kata ganti yang disingkat seperti ku,kau,mu dan nya. Kata ganti bentuk klitik ini ditulis serangkai dengan kata yang mengikuti atau mendahuluinya.
6.    Penulisan kata depan
Kata depan adalah kata-kata yang biasanya menjadi penghubung antara predikat dengan object atau keterangan; dan lazimnya berada di depan sebuah kata benda. Misalnya kata-kata: di, ke, dari, pada, kepada, dengan, oleh, dalam, dan sebagainya. Kata depan dituliskan dengan aturan sebagai berikut:
·   Kata depan ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
·   Kata depan kepada dan daripada ditulis serangkaian
     karena dianggap sebagai sebuah kata.
·  Kata depan ke bersama kata yang mengikutinya apabila secara sintaktis berlaku sebagai kata kerja atau sekaligus mendapatkan awalan dan akhiran ditulis serangkai.
7.  Penulisan kata sandang
Kata sandang si dan sang  ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
8.  Penulisan Partikel
· Partikel lah, kah, dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
· Partikel pun yang berarti ‘juga’ ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
· Pada kata penghubung, seperti biarpun, meskipun, sungguhpun,  dan sekalipun, pun ditulis serangkai karena dianggap sebagai bagian dari sebuah kata.
·  Partikel per yang berarti ‘mulai’, ‘demi’, dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.