Perkembangan Paragraf

Perkembangan Paragraf

Perkembangan Paragraf 

Perkembangan Paragraf
Perkembangan Paragraf

Perkembangan paragraf harus dijaga agar jangan sampai mengambang kea rah yang tidak relevan untuk menjelaskan gagasan pokok. Misalnya, alenia dimulai dengan kalimat inti yang menyebutkan gagasan pokok yang hendak disampaikan, maka perkembangannya harus menjelaskan gagasan pokok tadi dalam kalimat-kalimat berikutnya, dengan selalu berpegang pada prinsip kesatuan dan koherensi. Perkembangan paragraf diarahkan untuk memperkuat memberikan argumentasi, atau mengkongkritkan pernyataan atau gagasan pokok yang disampaikan dalam kalimat inti di awal alenia.

Macam-Macam Paragraf :

Berdasarkan letak kalimat utama
1) Paragraf deduktif

  • letak kalimat utama di awal paragraf
  • Dimulai dengan pernyataan umum disusun dengan uraian atau penjelasan khusus.

Contoh:

Kosakata memegang peranan penting dalam berbahasa dan merupakan unsur yang palingmendasar dalam kemampuan berbahasa, khususnya dalam mengarang. Jumlah kosakata yang dimiliki oleh seseorang dapat menjadi petunjuk tentang pengetahuan yang dimilikinya. Di samping itu, menjadi indicator bahwa ia mengetahui sekian banyak konsep. Semakin banyak data yang dikuasainya, berarti semakin banyak pula pengetahuannya.

2) Paragraf induktif

  • letak kalimat utama di akhir paragraf.
  • Diawali dengan uraian/penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan pernyataan umum.

Contoh:

Ketika anak didik memasuki dunia pendidikan, pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Hal ini karena setelah meninggalkan kelas, mereka kembali mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan dengan teman-temannya ataupun dengan orangtuanya. Ia merasa lebih akrab bila menggunakan bahasa daerah. Pada jam sekolah yang hanya berlangsung selama beberapa jam, baik pada waktu istirahat ataupun selang waktu diantara jam-jam pelajaran, bahasa daerah tetap menerobos dalam pergaulan anak didik. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat.

3) Paragraf campuran

  • letak kalimat utama di awal dan di akhir paragraf.
  • kalimat utama yang terletak di akhir bersifat penegasan kembali, dengan susunan kalimat yang agak berbeda.

Contoh:

Ketika anak didik memasuki dunia pendidikan, pengajaran bahasa Indonesia secara metodologis dan sistematis bukanlah merupakan halangan baginya untuk memperluas dan memantapkan bahasa daerahnya. Hal ini karena setelah meninggalkan kelas, mereka kembali mempergunakan bahasa daerah, baik dalam pergaulan dengan teman-temannya ataupun dengan orangtuanya. Ia merasa lebih akrab bila menggunakan bahasa daerah. Pada jam sekolah yang hanya berlangsung selama beberapa jam, baik pada waktu istirahat ataupun selang waktu diantara jam-jam pelajaran, bahasa daerah tetap menerobos dalam pergaulan anak didik. Ditambah lagi jika sekolah itu bersifat homogen dan gurunya pun penutur asli bahasa daerah itu. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan pengetahuan si anak terhadap bahasa daerahnya akan melaju terus dengan cepat.

Berdasarkan isi, antara lain :
1) Paragraf deskripsi : kalimat utama tak tercantum secara nyata tema pargraf tersirat dalam keseluruhan paragraf biasa dipakai untuk melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.
2) Paragraf proses : tidak terdapat kalimat utama pikiran utama tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas memaparkan urutan suatu kejadian/proses, meliputi waktu, ruang, klimaks, antiklimaks.
3) Paragraf efektif : paragraf efektif ialah alinea yang memenuhi ciri paragraf yang baik alinea terdiri atas beberapa kalimat terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas tidak boleh ada kalimat sumbang ada koherensi antar kalimat.

Sumber : http://levitra.college/best-education-teacher-training-courses/