POLA PENYUSUNAN HIDANGAN INDONESIA

POLA PENYUSUNAN HIDANGAN INDONESIA

Untuk mendapatkan susunan hidangan yang sempurna, memenuhi syarat kesehatan,
dan syarat gizi diperlukan kemampuan khusus, pengalaman dalam hal memasak,
pengetahuan tentang resep masakan, pengalaman dalam hal memasak, pengetahuan
tentang bahan makanan dan sifat-sifatnya, serta susunan gizi dalam bahan makanan. Oleh
karena itu, Lembaga Makanan Rakyat telah mengeluarkan pedoman atau dasar
penyusunan menu untuk masyarakat Indonesia sehari-hari yang disebut “Empat Sehat
Lima Sempurna”.
Tanggapan dan penerapan masyarakat terhadap semboyan tersebut pada
kenyataannya masih banyak yang belum mengetahui maksudnya. Agar penerapannya
dapat dimengerti oleh masyarakat, kemudian diberilah anjuran kedua, yaitu pedoman
seimbang yang oleh WHO dikenal dengan “Menu Seimbang” atau “Well Balance Diet”.
Arti menu seimbang adalah menu yang disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi
untuk setiap kali makan.
Susunan hidangan Empat Sehat Lima Sempurna lebih mengutamakan jumlah susunan
hidangan, sedangkan pada menu seimbang lebih mementingkan keseimbangan zat-zat
makanan yang dibutuhkan tubuh. Oleh karena itu, menu yang terdiri atas empat sehat lima
sempurna susunan menunya belum tentu seimbang karena mungkin hidangan tersebut

terlalu banyak zat tenaga, tetapi kurang zat pembangun sehingga menu tersebut menjadi
tidak seimbang.
Agar dapat diketahui apakah makanan yang dimakan telah memenuhi zat gizi yang
diperlukan, maka kita harus mengetahui jumlah kalori dan zat gizi yang terkandung dalam
makanan serta daftar komposisi bahan makanan.
Penyusunan menu penting dilakukan karena berguna untuk memudahkan penyusunan
daftar belanja sehingga menghemat waktu, tenaga, dan pikiran. Bahan makanan yang tahan
lama dapat dibeli sekaligus untuk satu minggu, satu bulan, atau lebih. Hal ini untuk
menanggulangi kesulitan karena di kota-kota kecil biasanya hanya ada sekali kesempatan
berbelanja dalam lima hari atau lebih.
Sebuah menu dapat terdiri atas masakan yang berasal dari satu negara, misalnya menu
Indonesia, Eropa, atau Cina. Dapat pula menu atau susunan hidangan berasal dari berbagai
negara sehingga dalam sebuah menu terdapat beberapa jenis masakan. Misalnya masakan
Indonesia dan Eropa yang dikombinasikan dengan baik dan serasi sehingga merupakan
susunan hidangan yang baik.

2.5  KLASIFIKASI MENU MASAKAN INDONESIA

Menu masakan Indonesia sangat beragam dan telah mengalami perkembangan.
Untuk mengenalinya perlu dikaji degnan melihat klasifikasi seperti berikut ini.

1) Menu Berdasarkan Waktu Makan

Dilihat dari waktu penyajian menu Indonesia sehari-hari dapat digolongkan menjadi
makan pagi, makan siang, dan makan malam.
a) Menu Makan Pagi
Dihidangkan antara pukul 6.00 – 8.00 pagi. Makan pagi sangat penting karena pada
waktu antara makan pagi dan makan malam lebih kurang selama 8 jam atau selama tidur
menyebabkan tubuh kita tidak memperoleh makanan. Padahal saat tidur pun kita tetap
mengeluarkan energi. Selain alasan tersebut di atas, makan pagi dapat memberi semangat
bekerja serta sebagai pemberi tenaga untuk bekerja pada pagi harinya. Hidangan yang
disiapkan untuk memenuhi kebutuhan gizi pada waktu makan pagi, yaitu makanan yang
mengandung unsur pemberi kalori, zat pengatur, dan zat pembangun.
Di Indonesia, biasanya waktu untuk menyiapkan makan pagi terbatas. Oleh karena itu,
makanan yang dihidangkan hendaknya dipilih masakan praktis yang penyajiannya cepat.
Contoh hidangan dapat berupa
o roti, telur, susu;
o bubur;

Sumber :

https://callcenters.id/