Reformasi penegakan hukum berawal dari beralihnya kekuasaan Brunei dari sultan ke residen

Perkembangan Islam di Brunei

Brunei sejak perempat pertama abad ke-20 mengalami gelombang reformasi. Reformasi Brunei meliputi masalah pendidikan, penegakan hukum dan administrasi Islam.

Reformasi pendidikan di Brunei bermula sejak awal abad ke-20.

Pada abad ini berbagai pembaruan dilakukan utntuk mempersiapkan ulama yang terampil dalam administrasi modern. Surau milik sultan di Kampung Air berubah menjadi pusat pelatihan dan pendidikan pada 1922. Lembaga pendidikan ini dirancang dengan mengacu konsep “sekolah istana” dalam tradisi sejarah Islam. Sejak tahun 1930-an, di setiap sekolah di Brunei dilakukan pendidikan agama dua kali seminggu di sore hari. Untuk mengelola pendidikan agama, pada tahun 1948/1949 dibentuk Nazir Pendidikan Agama dengan seorang Ketua Pengajar Agama.
Reformasi penegakan hukum berawal dari beralihnya kekuasaan Brunei dari sultan ke residen. Hal ini merangsang munculnya institusionalisasi visi dan pengelolaan Islam dengan struktur dan bentuk baru. Untuk mengurusi masalah keislaman kemudian dibentuk Institusi Hal Ehwal Agama. Melalui badan inilah, qadhi mengaplikasikan hukum Islam.
Dalam perkembanganya, kemapanan eksistensi Islam di Brunei dewasa ini dapat dilihat dari bangunan masjidnya yang sangat megah. Sebab, Lukman Hakim Hasibuan menyatakan, “Keberadaan masjid pada suatu tempat menandakan kehidupan masyarakatnya maju”. Masjid Bandar Sri Brigawan di Brunei sebagai masjid jami’ dijadikan sebagai pusat kegiatan keagamaan dan penyebaran Islam, masjid inilah yang kini menjadi mercu tanda dan keangunan dakwah Islam di Brunei. Di samping masjidnya yang berkubah, istana negara Brunei yang disebut Istana Nurul Iman, tempat keluarga sultan, sangat besar dengan kubah yang berlapis emas. Istana ini juga, apalagi dengan namanya “istana Nurul Iman” sebagai simbol eksistensi Islam di Brunei yang semakin mapan saat ini. Lebih lanjut, pendidikan Islam di Brunei telah mengalami reformasi yang pada awalnya dilakukan secara pribadi oleh para ulama melalui lembaga yang dimilikinya. Namun saat sekarang ini, pendidikan agama lebih sistematik, guru-guru agama harus ditatar di sekolah agama yang dikenal. Pendidikan Agama Islam, juga menjadi salah satu mata pelajaran yang diterapkan di seluruh sekolah. Ajaran agama Islam merupakan program pengajaran moral inti sekolah-sekolah di Brunei dan tanpa mengabaikan pelajaran lain termasuk bahasa Inggris tetap menjadi penekanan. Semua disiplin ilmu besar setelah tiga tahun dari pendidikan dasar diajarkan dalam bahasa Inggris. Penekanan pada bahasa Inggris ini diimbangi dengan pengajaran bahasa Melayu sebagai bahasa percakapan asli mereka. Para alumni sekolah-sekolah yang memenuhi syarat, dikirim belajar ke Universitas al-Azhar Kairo. Di samping itu tentunya, sebagian diarahkan untuk tetap melanjutkan kuliah di negeri sendiri, di Universitas Brunei Darussalam.


Sumber: https://ngegas.com/