sebagian besar pungutan dari rakyatnya dalam bentuk barang maupun tenaga untuk kerja

Pajak dan Perpajakan


Sepanjang berabad-abad pemerintahan raja di Mataram ini sudah dilaksanakan hidup swasembada atau otonom yang sebenar-benarnya. Hampir setiap keperluan kerajaan memerlukan biaya dan kerajaan mempunyai sumber pendapatannya sendiri. Dengan sumberpendapatan inilah negara harus berusaha untuk sedapat mungkin menutupi biaya pengeluaran. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam negarayang ekonominya didasarkan pada desa-desa agraris, maka sebagian besar pungutan dari rakyatnya dalam bentuk barang maupun tenaga untuk kerja. Kota-ota pelabuhan juga dianggap penting sebagai sumber pendapatan kerajaan, dengan memberlakukan bea cukai. Tetapi walaupun dapat dikumpulkan kekayaan yang besar dari bea dan cukai, namun untuk dapat berjalan dengan baik kerajaan sebagai suatu organisasi institusional, pertama-tama dan terutama harus mengandalkan para petani yang dapat memberikan tenaga untuk melakukan peekerjaan memelihara dan menopang kerajaan mulai dari pekerjann memperbaiki jalan sampai kepada pengangkutan barang-barang, sampai dengan berperang sebagai tentara kerajaan.

Pengerahan Tenaga

Pentingnya pungutan pajak dalam bentuk hasil bumi dan kemudian dalam bentuk uang untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara, tidak dapat menandingi pentingnya penggunaan dan pengerahan tenaga manusia untuk menjamin kelancaran hidup negara. Jadi dapat disimpulkan bahwa :
1. Perpajakan dan sistem pengerahan tenaga, mengikuti sifat garis organisasi pemerintah, boleh dikatakan sederhana dan dapat disebut pembiayaan ad hoc atau contingent.
2. Sumber kekayaan negara yang terpenting adalah perdagangan dan perniagaan, tetapi setelah perdagangan macet sama sekali akibat persaingan dari pihak Belanda, maka petanilah yang harus menggantikan sehingga sistem pengumpulan harta kekayaan menjadi sangat berat.
3. Pengerahan tenaga rakyat merupakan faktor ekonomi yang terpenting untuk kelancaran hidup negara.

SUmber: https://digitalcamera.co.id/