Sifat Hidup

Sifat Hidup

Ikan guppy termasuk ikan hias jenis pedamai dan jinak yang bisa ditempatkan dengan jenis – jenis ikan lain yang sama – sama jinak (jangan dicampur dengan ikan buas). Di alam aslinya, ikan ini dapat hidup di dua jenis perairan yang berbeda,yakni air tawar dan payau. Menyukai perairan yang tenang tetapi sangat sensitifdan mudah stres terhadap perubahan kualitas air yang mendadak, terutama fluktuasi suhu tinggi, jika terpaksa ingin mengubah suhu pada media air perlu diubah secara bertahap dan pelan – pelan (adaptasi). Makanan yang diperlukan menerima segala jenis makanan, baik makanan alami atau pun buatan (pellet), menyukai sayuran segar, jentik – jentik nyamuk, kutu air, cacing rambut.
5. Persiapan Pemijahan
a. Tempat Pemijahan
Tempat pemijahan yang dipai bisa berupa akuarium dengan ukuran panjang 80 cm, lebar 45 dan tinggi 40 cm. Bisa menggunakan bak semen ukuran 2×12 x 40 cm. Kualitas air dengan parameter suhu 23 – 26 oC, pH 7 – 8, DO > 4 ppm. Sumber air yang digunakan bisa berasal dari sungai , air sumur yang telah diendapkan sehari semalam. Sebagai perangsang pemijahan dan sekaligus sebagai tempat persembunyian anak – anaknya dapat dilengkapi tanaman air : Hydrilla atau eceng gondok.
b.Pemilihan Induk
Pemilihan induk jantan dan betina dapat dibedakan dengan jalan membedakan bentuk dan warna sirip ekor. Induk jantan memiliki warna yang kontras menyolok dengan warna dan bentuk sirip ekor yang indah. Selain itu induk jantan memiliki gonopodium yang berbentuk menonjol di belakang sirip perut. Sedangkan induk betina memilik warna badan dan warna ekor yang biasa – biasa saja. Tubuh induk betina lebih besar dibandingkan induk jantan.
Induk jantan dan betina sudah bisa dipijahkan jika sudah matang gonad (kelamin), biasanya pada umur 3 bulan, dan panjang ikan guppy betina umumnya telah berukuran antara 4 – 5 cm, sedangkan ikan guppy jantan umumnya telah berukuran 3,5 – 4 cm.

 

Sumber :

https://etrading.co.id/artikel-abu-vulkanis-dan-keselamatan-penerbangan/