Sistem Pendidikan Malaysia Lebih Fokus ke Teknologi

Sistem Pendidikan Malaysia Lebih Fokus ke Teknologi – Pemerintah Malaysia menegaskan langkahnya buat penekanan pada bidang teknologi, sambil turut menyertakan Bahasa Inggris di sistem pendidikan mereka.

Dilansir Malay Mail, Rabu (30/lima/2018), Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik menjabarkan sistem pendidikan yang bertumpu dalam teknologi dapat membantu meringankan beban para anak didik & pengajar.

Tidak hanya teknologi menurut segi perangkat keras, Maszlee pula menekankan pentingnya melatih berpikir secara kritis ke para peserta didik Malaysia.

“Kami ingin sistem pendidikan dini lebih terfokus dalam konsep mengumpulkan kabar, pemikiran kritis, juga mengusut cara membawa kemanusiaan dalam hal-hal itu,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengingatkan pentingnya belajar bahasa asing, & kemampuan menguasai Bahasa Inggris sudah nir mampu dikesampingkan.

Pengikutsertaan Bahasa Inggris dalam bidang pendidikan diharapkannya bisa mendorong peserta didik dalam merangkul bahasa & etnis yg berbeda-beda.

Konsep pendidikan yang ditawarkan Maszlee terinspirasi menurut sistem di Finlandia, di mana anak usia dini diberikan bekal kepribadian ketimbang poly mata pelajaran.

Sang menteri juga menyebut penekanan pendidikan yg demikian telah sesuai menggunakan aspirasi berdasarkan Perdana Menteri terpilih Mahathir Muhammad.

Maszlee Malik sendiri baru saja diangkat menjadi Menteri Pendidikan Malaysia pada Senin (21/5/2018).

Ia lahir dari keluarga Melayu & Tionghoa, dan sempat menjadi seseorang pendidik di Universitas Islam Internasional Malaysia.

Ilmuwan Malaysia Bangun Sistem Prediksi Musim Demam Berdarah

Seorang ilmuwan berprestasi menurut Malaysia membangun sistem yg mampu memprediksi menyebarnya demam berdarah, sempurna 3 bulan sebelum kedatangannya.

Dilansir The Next Web, sistem yang dibekali kecerdasan protesis (AI, Artificial Intelligence) ini dapat meneliti ratusan parameter, mulai dari kecepatan angin dan arsitektur atap rumah setempat buat memprediksi di mana ekspresi dominan demam berdarah akan terjadi.

Sistem bernama AIME (Artificial Intelligence in Medical Epidemiology) dirancang oleh Dhesi Raja menurut Institut Penelitian Medis Malaysia. Ia membangun sistem ini bersama Rainier Mallol, yg menjabat sebagai Presiden AIME.

Lewat sistem ini, AIME dapat melihat di mana wabah demam berdarah pada suatu loka akan “menular” ke tempat lain dalam radius 400 meter.

Para dokter pada suatu daerah bisa langsung mengirimkan notifikasi waktu terjadi demam berdarah, kemudian sistem AIME melakukan pencarian berdasarkan 90 database & 276 variabel yang mensugesti penyebaran penyakit tadi.

Dhesi menyebut kehadiran sistem ini dibutuhkan dapat membantu manajemen pemerintah dalam memprediksi datangnya endemi penyakit.

Pemerintah Kerajaan Malaysia, melalui Kedutaan Besar pada Jakarta, mengumumkan dibukanya peluang sebesar 5000 beasiswa bagi pelajar Indonesia, buat menempuh pendidikan S1, S2, dan S3.

Program beasiswa tadi ditawarkan dalam sebuah pameran pendidikan bertajuk ‘Ayo Kuliah pada Malaysia’, yg akan diadakan pada akhri pekan ini, 10 & 11 Maret 2018, pada Kedutaan Besar Kerajaan Malaysia buat Republik Indonesia di Jakarta.

Pameran pendidikan tersebut diikuti oleh total 29 universitas, yg terdiri menurut universitas negeri & partikelir, dan cabang berdasarkan penyelengara pendidikan tinggi berskala internasional.

Nantinya, para pengunjung berkesempatan langsung buat konsultasi dengan masing-masing perwakilan universitas. Bahkan, beberapa institusi pendidikan akan membuka pendaftaran pribadi di tempat, sebagai akibatnya memberi kesempatan lebih akbar bagi pelamar buat meraih beasiswa terkait.

Terdapat dua jenis beasiswa yang ditawarkan dalam program ini, yakni berdasarkan sistem merit dan bersifat parsial.

Beasiswa berasaskan merit memberi peluang potongan biaya kuliah sarjana (S1), mulai menurut 80 % hingga perdeo secara penuh. Di sini, pemerintah Malaysia pula akan membantu memilihkan penempatan studi yg sesuai menggunakan kriteria yg dimiliki oleh pelamar.

Adapun beasiswa parsial, memberikan potongan biaya kuliah mulai dari 10 hingga 50 persen buat pendidikan pasca sarjana (S2 & S3), dan penempatan pendidikannya akan ditentukan melalui kesepakatan antara pelamar & pihak universitas.

Bersamaan menggunakan digelarnya pameran terkait, turut dihadirkan pula beberapa seminar pendidikan, pembinaan IELTS, dan rencana promosi wisata & perdagangan Malaysia.

Tidak ketinggalan, aneka macam hiburan menarik turut dipersembahkan, seperti hadirnya aneka permainan seru, perpaduan food trucks, dan kesempatan memenangkan undian berhadiah dua tiket penerbangan pulang pergi Jakarta ke Kuala Lumpur.

Sumber : https://www.sekolahan.co.id/