Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Sumber Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi yang tertinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan  peningkatan kesejahteraan karena jumlah penduduk bertambah setiap tahun yang dengan sendirinya  kebutuhan konsumsi sehari-hari juga bertambah setiap tahun maka di butuhkan penambahan pendapatan setiap tahun.

Sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara atau suatu wilayah dapat dilihat atau diukur dari tiga pendekatan yaitu, pendekatan faktor produksi (Neo Klasik), pendekatan sektoral dan pendekatan pengeluaran yang meliputi konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah dan selisih ekspor dengan impor. Dalam pendekatan faktor produksi, sumber pertumbuhan ekonomi dilihat dari faktor-faktor produksi yaitu modal (capital), SDA, tenaga kerja (man power) dan kemajuan teknologi (technology progress). Selanjutnya, untuk melihat sumber pertumbuhan ekonomi dari pendekatan sektoral yaitu dilihat dari sektor-sektor ekonomi. Sektor ekonomi dalam hal ini dapat dibagi dalam 3 sektor saja yaitu sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder dan kontruksi serta sektor tersier (jasa-jasa).

2.1.   Sumber Pertumbuhan dengan Pendekatan sektoral

Menganalisis sumber pertumbuhan ekonomi dengan meng-gunakan pendekatan struktural berbeda dengan pendekatan faktor produksi seperti pada teori pertumbuhan Klasik maupun pada teori pertumbuhan Neo-Klasik. Pendekatan struktural didasarkan pada adanya perbedaan produktivitas diantara sektor-sektor ekonomi. Pertumbuhan ekonomi bukan hanya berasal dari peningkatan secara keseluruhan dari faktor produksi (input), tetapi juga berasal dari pengalokasian sumber-sumber daya pada sektor-sektor produktif. Pembangunan ekonomi harus bertujuan untuk menemukan sektor-sektor yang mempunyai kaitan total paling besar.

Dari penelitian Kuznets tahun 1966 diperoleh hasil bahwa, pada sektor pertanian terjadi pertumbuhan produksi yang melamban dalam pertumbuhan produksi nasional. Sebaliknya tingkat pertumbuhan sektor industri lebih cepat dari tingkat pertumbuhan produksi nasional. Selanjutnya, di sektor jasa tidak terjadi perubahan, artinya pertumbuhan sektor jasa sama dengan pertumbuhan produksi nasional.[3]

Kalau dilihat sejak awal era pemerintahan orde baru hingga sekarang, dapat dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi indonesia cukup pesat. Pada tahun 1970, nilai tambah bruto (NTB) dari sektor pertanian, perternakan, kehutanan, dan perikanan menyumbangkan sekitar 45% terhadap pembentukan PDB, dan pada dekade 1990-an hanya tinggal sekitar 16% hingga 20%, dan pada tahun 2006 tinggal sekitar 12,9%. Sedangkan sumbangan output dari industri manufaktur terhadap pembentukan PDB pada tahun 2006 tercatat 28%; jadi sudah lebih besar dari pada pertanian, dan ini jelas mencerminkan bahwa ekonomi nasional telah mengalami suatu perubahan secara struktural dalam 3 dekade belakangan ini. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat bagan

Sumber :

https://cipaganti.co.id/bukalapak-pakai-kecerdasan-buatan-untuk-cegah-penipuan/