Tenses: Introduction

Tenses: Introduction

Tenses: Introduction

Tenses: Introduction
Tenses: Introduction

Biasanya tenses menjadi momok bagi pelajar Indonesia. Hal ini wajar mengingat Bahasa indonesia tidak mengenal tenses dan juga buruknya sistem pengajaran di sekolah yang menekankan penghafalan rumus dibandingkan pemahaman konsep, padahal pemahaman konsep adalah yang utama agar seseorang mengerti tenses dan bagaimana menggunakannya.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan membahas tenses lebih kepada konsepnya secara umum sebelum nanti di artikel-artikel selanjutnya tentang tenses akan saya jelaskan satu per satu lebih dalam lagi.

Apa itu tenses?

Tenses, atau bentuk waktu, adalah perubahan bentuk kata kerja karena pengaruh waktu dan aspek kejadiannya. Jadi, ada dua hal penting yang mempengaruhi tenses, yaitu waktu dan aspek. Kedua hal ini juga yang nantinya mempengaruhi pola kalimat dengan tenses tertentu. Jika disimpulkan, tensessebenarnya hanyalah tentang sudut pandang, yaitu sudut pandang mengenai kapan dan bagaimana kejadian dalam kalimat tersebut terjadi.

Faktor pembentuk tenses

  1. Waktu

    Berbicara tentang tenses, tentunya berbicara tentang waktu atau sudut pandang waktu apa yang dipakai dalam kejadian tersebut. Di dalam sebuah kalimat, waktu menentukan bentuk predikat yang digunakan. Perhatikan tabel:

Waktu Predikat Penggunaan
Present V1dan Vs Sekarang kejadian dalam kalimat masih valid.
Past Vs Kejadian valid di waktu lampau.
Future will + base form (V1) Kejadian valid di waktu yang akan datang.

Untuk penggunaannya, lihatlah contoh berikut:

  1. went to school on foot last term. (Saya pergi ke sekolah dengan berjalan kaki semester kemarin.)
  2. This term I go to school by motorcycle. (Semester ini, saya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor .)
  3. Next term I will go to school by bicycle. (Semester depan saya akan pergi sekolah dengan sepeda.)
  1. Aspek

    Aspek menentukan pola suatu kalimat. Aspek ini ditentukan berdasarkan seperti apa kejadian yang terjadi. Terdapat tiga aspek dasar dalam tenses (simple, continuous, perfect), dan satu aspek turunan (perfect continuous). Untuk detilnya, perhatikan tabel:

Aspek Pola Penggunaan
Simple S + V
  • Satu kejadian
  • Kejadian yang berulang
  • Fakta umum
Continuous S + BE + Ving
  • Kejadian yang masih terjadi pada sudut pandang waktu kejadian lain terjadi
Perfect S + HAVE +V3
  • Sebuah kejadian yang sudah selesai terjadi.
  • Melihat sebuah kejadian dari sudut pandang waktu kejadian lain.
Perfect continuous S + HAVE + ‘been’ + Ving
  • Mirip dengan perfect, penekanan pada durasi kejadian

Agar lebih jelas lagi, perhatikan penjelasan berikut:

  1. Simple
  • Simple tenses digunakan untuk sebuah kejadian spesifik, yang merupakan sebuah fakta. Pola yang paling sederhana dari aspek ini adalah S + V. Lihatlah contoh-contoh berikut, yang ditebalkan adalah pola S + V.
  1. Dolores was a soldier.
  2. John met Jane in jakarta.
  3. Sun rises from the east.
  4. A sniper shot John F. Kennedy.
  • Simple tenses digunakan juga untuk kejadian yang berulang-ulang pada kurun waktu tertentu. Lihat contoh berikut:
  1. I swam twice a week last year.
  2. I swim three times a week.
  3. Starting next month, I will swim everyday.
  1. Continuous

    Sebagaimana namanya, continuous, atau sering juga disebut sebagai progressive, digunakan untuk kejadian yang masih terjadi dan belum selesai (continuous action) saat kejadian lainnya terjadi. Pola umumnya adalah S + be + VingPerhatikan contoh berikut:

    1. Stan is eating in his room. (Saat penutur berbicara, Stan sedang makan di dalam kamarnya.)
    2. Rick was eating when I came home. (Saat saya pulang, saya melihat Rick sedang makan.)
    3. Brad will be sleeping by the time we come home. (Pada saat kami pulang nanti, Brad mungkin sedang tidur. Brad memulai tidurnya sebelum kami sampai rumah, dan saat sampai rumah Brad mungkin masih tidur.)
  2. Perfect

    Perfect secara umum digunakan untuk kejadian yang sudah selesai dilakukan sebelum ada kejadian lainnya. Dalam kalimat ini pembaca melihat sebuah kejadian dari sudut pandang kejadian/waktu lain. Rumus umum yang digunakan dalam kalimat perfect adalah S + have + V3. Perhatikan contoh berikut:

    1. Stan has eaten(Stan saat ini sudah selesai makan.)
    2. Stan had eaten before he went to the zoo. (Stan sudah makan sebelum pergi ke kebun binatang.)
    3. Prue will have gone before we go to work tomorrow. (Sebelum kita pergi kerja esok hari, Prue sudah pulang.)

Dari kedua faktor pembentuk tersebut kemudian tenses memiliki 12 pola yang kita kenal saat ini sebagaimana tabel berikut:

Time

Aspect

Past

(V2)

Present

(V1/Vs)

Future

(‘will’+V1)

Simple

(S+V)

S+V2 S+V1/VS S+‘will’+V1
Continuous

(S+BE+Ving)

S+‘was’/’were’+Ving S+‘is’/’am’/’are’+Ving S+‘will be’+Ving
Perfect

(S+HAVE+V3)

S+‘had’+V3 S+‘have’/’has’+V3 S+‘will have’+V3
Perfect continuous

(S+HAVE+’been’+Ving)

S+‘had been’+Ving S+‘have/has been’+Ving S+‘will have been’+Ving