Tes Berbicara

Tes Berbicara

Tes kemampuan berbicara merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam tes bahasa (Heaton, 1989). Sebagai kemampuan berbahasa yang aktif-produktif, kemampuan berbicara menuntut penguasaan terhadap beberapa aspek dan kaidah penggunaan bahasa (Djiwandono, 1996). Berkaitan dengan hal ini, Harris (1996) menyatakan, bahwa tidak ada kemampuan berbahasa yang begitu sulit untuk dinilai sebagaimana tes berbicara. Kemudian ditegaskan kembali bahwa berbicara itu merupakan ketrampilan yang sangat kompleks, yang mempersyaratkan penggunaan berbagai kemampuan secara simultan.

Kemampuan tersebut meliputi:

  1. Pelafalan (yang mencakup ciri-ciri segmental-vokal dan konsonan serta pola tekanan dan intonasi),
  2. Tata bahasa,
  3. Kosa kata,
  4. Kelancaran (fluency), dan
  5. Pemahaman (kemampuan merespon terhadap suatu ujaran secara baik).

Tujuan tes berbicara adalah untuk mengukur kemampuan teste dalam menggunakan bahasa Arab sebagai alat komunikasi lisan.

  1.  Bentuk-Bentuk Tes Berbicara
  1. Membaca Keras

Sasaran utamanya adalah agar teste memiliki kemampuan melafalkan bunyi-bunyi atau ujaran bahasa sasaran dengan lancar, fasih dan dengan intonasi yang tepat.

  1. Bercerita Melalui Gambar

Gambar, peta dan diagram dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara (Heaton, 1989). Untuk mengungkapkan kemampuan berbicara siswa, gambar dapat dijadikan rangsangan pembicaraan yang baik.

  1. Menceritakan Kembali

Kegiatan “menceritakan kembali” sebagai salah satu bentuk tes kemampuan berbicara. Dilakukan dengan cara, guru memperdengarkan wacana baik secara langsung maupun melalui media. Setelah itu, teste diminta untuk menceritakan kembali wacana yang diperdengarkan tersebut dengan susunan bahasanya sendiri.

  1. Bercerita Bebas

Yaitu suatu kegiatan tes kemampuan berbicara yang menuntut teste menceritakan topik-topik tertentu secara bebas.

  1. Wawancara

Kegiatan wawancara dilkukan oleh seorang penguji / lebih terhadap teste. Seorang penguji hendaknya menciptakan suasana yang kondusif, agar teste merasa tenang, bebas, dan tidak merasa tertekan. Suatu hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam memilih materi wawancara adalah keterkaitan meteri tersebut dengan kurikulum dari isi buku teks bahasa Arab yang sudah dipelajari oleh siswa.

  1. Pidato

Dalam konteks pengajaran atau penyelenggaraan tes berbicara, tugas pidato dapat berwujud permainan simulasi.

  1. Diskusi

Diskusi selain sebagai alat untuk mengukur kemampuan siswa dalam berargumentasi, juga dapat digunakan untuk mengukur kemampuan berbicara. Dalam diskusi, teste diminta mengemukakan dan mempertahankan pendapat, ide dan pikiran orang lain secara kritis dan logis.

Sumber :

https://obatpenyakitherpes.id/apple-dituntut-gara-gara-perlambat-kinerja-iphone-lama/