Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara

Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara

Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara

Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara
Tingkatkan Kualitas Akademik, FISIP UNPAS Jajal Asia Tenggara

Jelang tahun ajaran baru 2018-2019, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Pasundan (UNPAS), terus melebarkan sayap untuk meningkatkan kualitas akademik.

Tak tanggung-tanggung, Empat program studi (prodi) bergerak cepat menyusun program peningkatkan mutu akademik.

Dari prodi Kesejahteraan Sosial, Memorendum of Understanding (MoU) denganUniversitas Sabah Malaysia (USM) yang digagas tahun sebelumnya, menemui perkembangan positif.

Tahun pertama, program pertukaran mahasiswa yang awalnya melibatkan lima mahasiswa kini menjadi tujuh mahasiswa.

“Tahun ajaran yang akan datang akan diberangkatkan. MoU ini memang berkesinambungan. Alhamdulillah dari sisi kuantitas dan kualitas mahasiswa, tahun ini bertambah,” kata Dekan FISIP UNPAS M Budiana, S.IP, M.S.i, kepada RMOLJabar, Selasa(24/7).

Budiana menambahkan. begitu juga dengan prodi Hubungan Internasional (HI), yang akan dipercaya menjadi penyelenggara awal pusat Studi Asia Timur dalam acara Pertemuan ASEAN Plus Three Senior Official’s Meeting, di Singapura.

Prodi Hubungan Internasional FISIP UNPAS, kata M Budiana, di acara ini menjadi satu-satunya universitas swasta di Indonesia yang dipercaya menjadi penyelenggara.

“Ada tiga universitas yang terlibat, Dua universitas negeri, satunya lagi HI UNPAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS, menandatangani MoU dengan dua Universitas kenamaan di Thailand. Sasaran pertama prodi Ilmu Komunikasi ini, MoU dengan Rajamangala University Technology Krungthep, yang bakal menjalin kerjasama di bidang “Shared Learning Program”.

Di dalamnya, kedua Universitas ini akan saling mempromosikan berdasarkan kepentingan dan kebutuhan masing-masing akademik.

“Untuk tahap awal, MoU ini bersifat temporer, jadi belum kearah mahasiswa FISIP

UNPAS akan long stay dan belajar di Universitas Rajamangala atau sebaliknya, baru tahapan menggelar seminar antar dua universitas ini. Tapi kedepan, akan kita lakukan pertukaran mahasiswa seperti itu,” kata dia.

Menurut M Budiana, dalam MoU ini juga akan serius mengagas tentang, pertukaran mahasiswa sarjana dan pascasarjana, untuk program kursus singkat dan berbagi program pembelajaran, kolaborasi bersama dalam mengorganisir simposium atau konferensi, dan kolaborasi bersama dalam publikasi.

“MoUini, kita sepakati dulu tiga tahun, tidak menutup kemungkinan akan terjadi

pengembangan bahkan perpanjanganMoU, selama itu membuat FISIP UNPAS, khususnya prodi Ilmu Komunikasi lebih baik,” ujarnya.

Tak hanya MoU, dalam kunjungan prodi Ilmu Komunikasi FISIP UNPAS ke Universitas rangking ke 12 di Thailand ini, juga membuat Memorandum of Aggrement (MoA).

MoA ini juga tak lepas dari isu dan peran media yang kini menjadi topik dunia, sebagai alat yang ampuh dalam mengubah peradaban manusia.

Untuk itu, kata M. Budiana, dalam MoA ini juga dianggap sebagai pengembangan

keilmuan tentang media sosial, media dan agama, kemajuan keilmuan komunikasi yang meliputi komunikasi politik dan strategi komunikasi, komunikasi gender dan riset media.

Budiana menambahkan, MoU serupa juga dilakukan dengan University of the Thai Chamber of Commerce. Bedanya, antara kesepahaman antara FISIP UNPAS denganUniversity of the Thai Chamber of Commerce ini lebih menitikberatkan kepada pengembangan keilmuan tentang budaya.

 

Sumber :

https://dogetek.co/sejarah-hari-pramuka-14-agustus/