Tips Mengontrol Nafsu Bulan Puasa

Selain menahan rasa lapar dan haus, mengendalikan hasrat seksual juga merupakan salah satu tugas yang harus Anda selesaikan selama bulan puasa. Tetapi beberapa orang mungkin berpikir ini adalah hal yang sulit. Tentu saja, karena nafsu seksual adalah reaksi alami dari tubuh manusia. Bahkan survei Universitas Negeri Florida menemukan bahwa pria dewasa yang sehat umumnya dapat berfantasi tentang seks setidaknya sekali sehari.

Tips Mengontrol Nafsu Bulan Puasa

Tetapi bahkan jika gairah seksual adalah respons alami tubuh, itu tidak berarti Anda tidak bisa mengendalikannya sama sekali. Nah, agar ibadah di bulan suci tahun ini tetap lancar dan jauh dari godaan duniawi, simak serangkaian saran kuat di bawah ini untuk mengendalikan nafsu seksual selama puasa.

Tips mengendalikan nafsu seksual di bulan puasa

Otak sesat sebenarnya terkait erat dengan kemampuan Anda untuk mengendalikan emosi. Sederhananya, semakin mudah Anda membakar diri Anda, semakin mudah Anda akan bersemangat. Orang dengan tingkat kecemasan yang tinggi juga cenderung lebih sulit dikendalikan ketika mereka bersemangat. Ini karena bagian otak yang mengatur gejolak emosi sama dengan bagian otak yang memproses rangsangan seksual, amigdala.

Ini adalah cara yang tepat untuk mengendalikan nafsu seksual selama bulan puasa ibadah.
1. Ambil napas dalam-dalam

Teknik pernapasan dalam bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mengendalikan nafsu seksual selama bulan puasa. Napas dalam, relaksasi otot, dan meditasi dapat menjernihkan pikiran dan menenangkan Anda dalam menghadapi berbagai peristiwa yang menegangkan.

Emosi negatif dapat mengganggu sistem saraf simpatis otak, yang dapat memengaruhi fungsi penis. Ketika Anda cemas, panik atau stres, sistem saraf simpatik Anda menjadi hiperaktif. Sebagai tanggapan, otak yang terlalu hiperaktif akhirnya memerintahkan penis untuk mengeluarkan sperma dengan cepat untuk mengurangi aktivitas otak. Karena setelah sperma, tubuh dan otak bisa lebih tenang dan lebih rileks berkat pelepasan hormon.
2. Bayangkan suasana yang membuat Anda tenang

Setelah Anda dilanda stres atau kecemasan, tutup mata Anda sejenak sambil membayangkan lautan biru, atau hamparan sawah hijau ditemani angin. Atau, keluar sebentar untuk menghirup udara segar dan melihat sayuran hijau di bawah bayang-bayang langit biru.

Ilmu di balik psikologi warna menunjukkan bahwa biru membawa ketenangan dan melemaskan saraf. Warna biru juga memberi kesan stabil, percaya diri dan penuh harapan. Sementara itu, hijau dianggap sebagai warna yang tenang dan santai. Hijau terkait dengan alam dan lingkungan yang sehat. Selain itu, hijau juga melambangkan harmoni, keseimbangan, dan kedamaian.
3. Hindari pikiran kotor

Salah satu cara utama untuk mengendalikan rangsangan seksual adalah dengan menghindari orang, tempat, gambar, pendapat, media, pikiran dan sebab apa pun yang menyebabkan nafsu.

Anda dapat mencoba mengalihkan pikiran Anda dengan melakukan trik leluhur untuk menjaga kencing di tangan Anda seolah-olah Anda sedang memegang batu dan memusatkan pikiran Anda untuk membuatnya lebih kencang. Dengan cara ini, pikiran Anda menjadi terganggu, dari “keinginan untuk buang air kecil”, jadi cobalah yang terbaik untuk memeras batu imajiner.
4. Kembangkan saran positif

Stres dan kecemasan dapat tercermin dalam gerakan Anda dan mental yang mengikutinya adalah negatif. Namun, cobalah menanamkan saran atau kata-kata positif untuk Anda sendiri. Ulangi kata-kata motivasi seperti “Tenangkan dirimu, aku pasti bisa menyelesaikan proyek ini”.

Alih-alih melamun di siang hari bolong tentang pasangan atau hal-hal yang erotis, libatkan diri Anda (dan pikiran Anda) dengan pekerjaan atau hobi Anda. Jika pikiran Anda sudah menavigasi di sana, cobalah untuk fokus pada hal-hal yang membuat Anda kehilangan gairah. Misalnya, setumpuk pekerjaan atau melihat kemacetan di belakang jendela.
5. Olahraga ringan

Saat Anda bersemangat, sebagian besar aliran darah dari jantung langsung menuju ke organ intim. Akibatnya, penis bisa ereksi atau vagina menjadi basah karena mengeluarkan cairan. Ketika Anda berolahraga atau memiliki aktivitas fisik yang cukup untuk membuat Anda berkeringat, jantung akan memompa darah secara merata ke bagian tubuh lain yang bekerja. Misalnya, membersihkan rumah daripada tidur sambil bermain ponsel untuk mengobrol dengan teman. Darah akan mengalir lebih deras ke tangan dan kaki Anda, dan bukan ke daerah intim Anda. Dengan demikian, kemungkinan ereksi penis / vagina basah tiba-tiba menjadi lebih kecil.

Selanjutnya, olahraga mengurangi kadar hormon seks testosteron sekaligus meningkatkan hormon stres kortisol. Di dalam tubuh, kortisol berfungsi mengatur respons tubuh terhadap stres,

meningkatkan metabolisme gula darah, dan mengendalikan tekanan darah

Baca juga :