Tugas Pendidik dalam Pendidikan Islam

Tugas Pendidik dalam Pendidikan Islam

Mendidik adalah tugas yang amat luas. Mendidik itu sebagian dilakukan dalam bentuk mengajar, sebagian dalam bentuk memberikan dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan, dan lain-lain.

Dalam literatur Barat, menguraikan tugas-tugas seorang guru adalah sebagai berikut :

  1. Wajib menemukan pembawaan yang ada pada anak-anak didik dengan berbagai cara seperti observasi, wawancara, melalui pergaulan, angket, dan lain sebagainya.
  2. Berusaha menolong anak didik mengembangkan pembawaan yang baik dan menekan perkembangan pembawaan yang buruk agar tidak berkembang.
  3. Memperlihatkan kepada anak didk tugas orang dewasa dengan cara memperkenalkan berbagai bidang keahlian, ketrampilan, agar anak didik memilihnya dengan cepat.
  4. Mengadakan evaluasi setiap waktu untuk mengetahui apakah perkembangan anak didik berjalan dengan baik.
  5. Memberikan bimbingan dan penyuluhan tatkala anak didik menemui kesulitan dalam mengembangkan potensinya.

Dalam literatur yang ditulis ahli pendidikan Islam, menguraikan tugas seorang guru adalah sebagai berikut :

  1. Guru harus mengetahui karakter anak didik. (Al Abrasyi, 1974:133)
  2. Guru harus selalu berusaha meningkatkan keahliannya, baik dalam bidang yang diajarkannya maupun dalam cara mengajarkannya. (Al Abrasyi, 1974:134)
  3. Guru harus mengamalkan ilmunya, jangan berbuat yang berlawanan dengan ilmu yang diajarkannya. (Al Abrasyi, 1974:144)[8]

`           Menurut Al Ghazali, tugas pendidik yang utama adalah menyempurnakan, menyucikan, serta membawakan hati nurani untuk bertaqarub kepada Allah SWT. Hal tersebut karena pendidik adalah upaya untuk mendekatkan didi kepada Allah SWT.[9]

Tugas seorang guru secara khusus adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai pengajar (Instruksional) yang bertugas merencanakan program pengajaran dan melaksanakan program yang telah disusun serta mengakhiri dengan pelaksanaan penilaian setelah program dilaksanakan.
  2. Sebagai pendidik (Edukator) yang mengarahkan anak didik pada tingkat kedewasaan yang berkepribadian insan kamil seiring dengan tujuan Allah SWT menciptakannya.
  3. Sebagai pemimpin (Managerial) yang memimpin, mengendalikan diri sendiri, anak didik, dan masyarakat yang terkait, yang menyangkut upaya pengarahan, pengawasan, pengorganisasian, pengontrolan, dan partisipasi atas program yang dilakukan.[10]

https://bobhenneman.info/modern-conflict-2-apk/