Tujuan Psikologi Pendidikan

Tujuan Psikologi Pendidikan

Pendidikan memang tidak bisa dilepaskan dari ilmu psikologi. Sumbangsih psikologi terhadap dunia pendidikan begitu besar dimulai dari pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi dan bimbingan konseling merupakan beberapa kegiatan yang didalamnya terdapat psikologi.

Menurut Plotnik seorang ahli psikologi, mengemukakan ada empat tujuan psikologi antara lain  adalah :

  1. Tujuan pertama psikologi adalah mendeskripsikan beraneka macam cara perilaku organism. (the first goal of psychology is to describe the different ways that organisms behave).
  2. Tujuan kedua psikologi adalah menjelaskan sebab-sebab dari perilaku (the second goal of psychology is to explain the cause of behavior). Penjelasan tentang autism berubah sesuai dengan kompleksitas permasalahan yang terjadi.
  3. Tujuan ketiga psikologi adalah memprediksikan bagaimana organisme akan berperilaku dalam suatu situasi tertentu. (the third goal of psychology is to predict how organism will behave in certain situations).
  4. Tujuan keempat psikologi adalah mengontrol perilaku makhluk hidup (for some psychologists, the fourth goal of psychology is to control an organism’s behavior). Konsepsi atau idea kontrol memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah bahwa para ahli psikologi dapat membantu seseorang untuk belajar mengontrol perilaku-perilaku yang tidak diinginkan.

 

Kontribusi Psikologi Pendidikan dalam Pembelajaran

Mengingat besarnya kontribusi Psikologi terhadap dunia pendidikan, sudah barang tentu dapat dikatakan bahwa psikologi menjadi bahan dasar dalam proses belajar mengajar (teaching learning process) antara guru dan siswa. Guru harus memiliki kemampuan pedagogik dan psikologi untuk memperlancar proses pengajaran dan pendidikan di sekolah. Psikologi Pendidikan banyak membantu para guru dalam memahami murid – muridnya dalam proses pembelajaran dan meransang mereka untuk melaksanakan pendidikan selanjutnya.

Guru menjadi tolak ukur sejauh mana psikologi dapat berkontribusi dalam pembelajaran. Guru dalam menjalankan peranannya sebagai pembimbing, fasilitator, pendidik dan pelatih bagi para peserta didiknya, tentu dituntut untuk memahami aspek – aspek perilaku dirinya dan orang lain yang terkait dengan tugasnya terutama memahami berbagai jenis karakter peserta didiknya. Sehingga Guru dapat menjalankan tugas secara efektif dan efisien serta berkontribusi yang nyata pada tujuan pendidikan dengan maksimal.