Wabup: Sampang Harus Bebas dari Kasus Stunting

Wabup Sampang Harus Bebas dari Kasus Stunting

Wabup: Sampang Harus Bebas dari Kasus Stunting

Wabup Sampang Harus Bebas dari Kasus Stunting
Wabup Sampang Harus Bebas dari Kasus Stunting

Kasus stunting menjadi pekerjaan rumah bersama untuk diselesaikan. Tak terkecuali bagi pemerintah Kabupaten Sampang yang status stunting-nya menempati urutan tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Rembuk stunting di aula Pendopo dengan tema strategi konvergensi

penanggulangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sampang itu, dibuka langsung oleh Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat.

Dalam sambutannya, Wabup Sampang mengatakan, rembuk stunting kali ini diharapkan bisa menciptakan kesamaan persepsi sehingga penanggulangan stunting di Kabupaten Sampang bisa dilakukan secara koordinatif, sinergi dan efektif.
Baca Juga:

GenBest Cegah Peningkatan Jumlah Penderita Stunting di Kediri Melalui Kesadaran Kaum Milenial
Stunting di Kabupaten Probolinggo Tinggi, Ini Penyebabnya
Pelayanan Preventif Stunting RSTKA di Pulau Sabu
Atasi Stunting, Pemkab Kediri Segera Bentuk Payung Hukum KPM

“Berdasarkan hasil Riskesdas 2018 di Jawa Timur, prevalensi balita stunting

Kabupaten Sampang sebesar 47, 9 persen ini menjadi perhatian dan motivasi kita agar berbuat lebih serius,” tegas Wabup, Senin (22/7/2019).

Lanjut Wabup, Stunting tidak bisa dipandang hanya permasalahan malnutrisi kronis, tetapi imbas dari sejumlah faktor seperti pola asuh, taraf kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi serta penanganannya harus lintas sektoral. Oleh sebab itu, kami meminta pada Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas di wilayah lokus bekerja optimal sesuai fungsi masing-masing, agar penanganan stunting berjalan masif dan kongkret.

Sekedar diketahui, ada 12 kabupaten di Jawa Timur yang harus mendapatkan

treatment serius untuk mengentaskan masalah stunting, diantaranya Kabupaten Sampang, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Jember, Bondowoso, Probolinggo, Nganjuk, Lamongan, Malang, Trenggalek dan Kediri

 

Baca Juga :